Tekanan Dolar Masih Kuat, Rupiah Ditutup Naik Tipis
- 31 Okt 2025 18:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah naik tipis terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan di akhir pekan ini. Mengacu pada data Bloomberg, rupiah terpantau ditutup naik 0,03 persen atau empat poin menjadi Rp16.631 per dolar AS.
Penguatan nilai tukar rupiah masih tertahan oleh penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. “Hal itu terjadi sebagai imbas ketidakpastian the Fed terkait pemangkasan suku bunga lanjutan di bulan Desember,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Jumat (31/10/2025)
Baca Juga:
Akhir Pekan, Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas
Indonesia-Korea Sepakat Perkuat Kerja Sama Sektor Strategis
Di sisi lain, pelaku pasar tidak terlalu antusias lagi terhadap pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping. Menurut Ibrahim, pelaku pasar tidak melihat pertemuan itu sebagai upaya menghilangkan hambatan perdagangan.
“Tetapi Trump menepis akan menjatuhkan sanksi terhadap Tiongkok jika membeli minyak dari Rusia. Ini menandakan sedikit gangguan pasokan minyak global,” ucap Ibrahim.
Sementara itu, aktivitas manufaktur Tiongkok menurun lebih dari yang diperkirakan dan sudah memasuki bulan ketujuh. Hal ini menunjukkan kondisi bisnis lokal yang masih negatif, dipengaruhi oleh tarif ekspor AS yang tinggi.
“Dunia bisnis di Tiongkok membutuhkan lebih banyak stimulus. Para pejabat negeri itu berjanji memberikan dukungan, tapi detil kebijakan yang akan dilakukan belum jelas,” ujar Ibrahim.
Sementara itu di dalam negeri, belum ada sentimen yang dapat menjadi pendorong penguatan rupiah. Namun Ibrahim mencermati sejumlah indikator ekonomi yang memperkuat optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.
Salah satu indikator itu adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di level 115, yang artinya konsumen masih di level optimis. Sedangkan Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 5,8 persen secara tahunan.
Investasi langsung sepanjang Januari-September 2025 juga naik 13,7 persen atau sekitar Rp1.434 triliun. Capaian investasi itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak1,96 juta orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....