Setelah Merosot Tajam, IHSG Berpeluang ‘Rebound”
- 28 Okt 2025 11:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau fluktuatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 8.144,43 atau naik 27 poin.
Namun setelahnya, IHSG bergerak turun naik ke zona merah dan zona hijau. Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG merosot 1,87 persen ke level 8.117,15.
Meski turun, terjadi net buy (beli bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp341 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA,BRPT, BREN, BRMS dan CUAN.
Analis Pasar Modal dari BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG berpeluang berbaik menguat (rebound) hari ini. “Setelah kemarin IHSG terkoreksi cukup dalam karena efek kekhawatiran pengurangan bobot saham di MSCI,” kata Fanny, Selasa (28/10/2025).
Baca Juga: Penutupan Perdagangan, IHSG Merosot ke Zona Merah
Baca Juga: Gaya 'Koboy' Menkeu untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
Sementara itu, bursa saham di Amerika Serikat menguat dan mencatatkan rekor tertinggi. Indeks saham S&P500 melesat 1,23 persen, Nasdaq Composite naik 1,86 persen dan Dow Jones Industrial Average naik 0,71 persen.
“Bursa saham di Wall Street menguat tajam karena meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok. Pelaku pasar optimis kesepakatan dagang akan segera tercapai,” ucap Fanny.
Bursa saham Asia juga mengalami kenaikan pada Senin kemarin, dipimpin oleh indeks Korea Selatan. Indeks Kospi melesat hingga 2,57 persen dan Indeks Kosdaq naik 2,22 persen.
Pasar saham di kawasan Asia bereaksi positif terhadap pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Menurutnya, rencana tarif 100 persen pada impor dari Tiongkok secara efektif sudah dibatalkan.
“Di sisi lain, Tiongkok akan meningkatkan pembelian kedelai dari AS. Selain itu, Tiongkok menunda penerapan pembatasan ekspor logam tanah jarang,” ujar Fanny menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....