Kemenkeu Respons Ramalan Bank Dunia tentang Ekonomi Indonesia
- 09 Okt 2025 23:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Keuangan tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2025 bisa mencapai target sebesar 5,2 persen. Namun, sejumlah organisasi internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di bawah lima persen.
Bank Dunia misalnya, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 hanya sebesar 4,8 persen. Meski demikian, perkiraan itu lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 4,7 persen.
“Sebagai outsider, ya sudahlah itu bagus buat feedback kita, tapi World Bank kan enggak tahu tentang fiskal kita. Memangnya World Bank tahu tentang Rp200 triliun? Kan enggak,” kata Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga:
Efek Menkeu Purbaya, IHSG Ditutup Capai Rekor Baru
Penutupan Perdagangan, Rupiah Hanya Naik Lima Poin
Febrio menegaskan bahwa pemerintah melakukan berbagai cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. “Jadi kita punya mesin pertumbuhan ekonomi, yakni fiskal, sektor keuangan, dan perbaikan iklim investasi,” ucap Febrio.
Dari sisi fiskal, pemerintah memanfaatkan APBN sebagai katalis pertumbuhan ekonomi. Pemindahan dana pemerintah dari Bank Indonesia ke bank-bank Himbara sebesar Rp200 triliun dilakukan untuk menambah likuiditas sektor keuangan.
Sedangkan dari sisi investasi, pemerintah membentuk Danantara dan mendorong investasi swasta. “Semua kebijakan ini kita hitung sehingga hasilnya akan sangat berbeda,” ucap Febrio.
Menurutnya, beberapa tahun terakhir perkiraan World Bank selalu meleset. “Tapi kita senang, banyak orang yang ngeliatin ekonomi Indonesia, berarti mereka tertarik,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut Febrio mengatakan, lembaga internasional seperti World Bank atau OECD sebenarnya perpanjangan tangan dari para investor. Mereka ingin berinvestasi, karenanya terus memantau perekonomian Indonesia dan membuat ‘forecast’ (perkiraan).
“Kita akan terus menyiapkan kebijakan-kebijakan ke depan. Jadi kita tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen tahun 2025, dan 5,4 persen tahun 2026,” ujar Febrio.
Untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini, utamanya triwulan III-2025, diharapkan tetap berdaya tahan. Kemudian, pertumbuhan ekonomi triwulan IV diharapkan makin kencang karena percepatan pelaksanaan APBN dan banyak stimulus.
Pemerintah juga sedang menyiapkan insentif khusus bantuan untuk masyarakat miskin dan rentan guna meningkatkan daya beli. “Sehingga, kita harapkan dampaknya akan cukup terasa pada kuartal IV ini,” kata Febrio menutup keterangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....