Febrio Sebut Penyerapan Dana Rp200 Triliun Menggembirakan

  • 09 Okt 2025 15:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pemindahan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke bank-bank Himbara, sudah mulai disalurkan dengan realisasi yang cukup tinggi. Sejumlah bank lainnya bahkan meminta penempatan dana serupa untuk meningkatkan likuiditasnya.

“Pemindahan dana tersebut rata-rata penyalurannya sudah cukup tinggi, hingga 9 Oktober 2025, Bank Mandiri realisasinya sudah 74 persen. BRI 62 persen, BNI 50 persen, BTN 19 persen dan BSI 55 persen,” kata Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga: Rupiah Masih Rentan Pelemahan terhadap Dolar AS

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Cepat Lampaui Perkiraan November

Menurut Febrio, perkembangan itu menggembirakan, karena perbankan tidak hanya mendapatkan tambahan likuiditas, tapi juga mendapatkan dana murah. “Karena bunganya sama dengan renumerasi kita di Bank Indonesia, yaitu 80 persen dari suku bunga kebijakan atau sekitar 3,8 persen,” ucap Febrio.

Tingkat suku bunga itu lebih murah dibandingkan cost of fund perbankan. Perkembangan ini diharapkan terus berlanjut, perbankan memprioritaskan penyalurannya ke sektor riil untuk menggerakkan roda perekonomian.

Pemindahan dana pemerintah ke bank-bank Himbara, tambah Febrio, juga membuat bank-bank lain berminat untuk mendapatkan dana serupa. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, akan melakukan program serupa pada bank-bank daerah, diantaranya Bank Jakarta dan Bank Jatim.

“Sudah ada permintaan dari beberapa bank yang lain untuk mendapatkan penempatan dana dari pemerintah, salah satunya bank BJB. Jadi, kebijakan ini kelihatannya simple, hanya memindahkan cash, tapi berdampak pada pertumbuhan kredit,” ujar Febrio.

Pertumbuhan kredit hingga bulan Agustus 2025 tercatat masih 7,6 persen. Dengan pemindahan dana pemerintah ke perbankan, penyaluran kredit diharapkan tumbuh 10 persen hingga akhir tahun ini.

“Penyaluran kredit untuk modal kerja, kredit konsumsi, kredit investasi, akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi. Utamanya pertumbuhan ekonomi di triwulan IV tahun ini,” kata Febrio.

Berdasarkan perhitungan, lanjut Febrio, pertumbuhan ekonomi di triwulan IV tahun ini bisa mencapai 5,5 persen. Pemindahan dana pemerintah ke perbankan, juga meningkatkan jumlah uang beredar yang sudah disesuaikan (MO) sebesar 13 persen pada September 2025.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....