Rupiah Masih Rentan Pelemahan terhadap Dolar AS
- 09 Okt 2025 11:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar dalam pembukaan perdagangan hari ini. Mengacu pada data Bloomberg, rupiah terpantau naik 0,15 persen ke posisi Rp16.548 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan hari Rabu kemarin rupiah ditutup turun 0,07 persen menjadi Rp16.573 per dolar AS. Analis Pasar Uang, Fikri C.Permana memperkirakan rupiah akan terdepresiasi hari ini, meski menguat di awal perdagangan.
"Kemungkinan rupiah terdepresiasi ke Rp16.595 per dolar AS," ujar Fikri, Kamis (9/10/2025). Sejumlah faktor eksternal dan internal disebut Fikri sebagai faktor yang dapat mendorong pelemahan rupiah.
Baca Juga: Sentimen Pasar Sedang Negatif, Rupiah Ditutup Turun
Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Cepat Lampaui Perkiraan November
Saat ini, investor global cenderung menghindari risiko (risk off) seiring kekhawatiran akan risiko fiskal sejumlah negara. Amerika Serikat disebabkan oleh 'shutdown' pemerintahnya, Prancis dan Jepang karena perubahan politik di negaranya masing-masing.
Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) juga menunjukkan sikap the Fed yang 'dovish' (longgar). Sementara pelaku pasar menunggu data tenaga kerja Amerika Serikat, mulai dari data klaim pengangguran mingguan dan jumlah pengangguran.
Di dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan September kembali menurun di level 115. Di bulan sebelumnya, Agustus 2025, IKK tercatat sebesar 117,2.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan mendorong likuditas bank-bank daerah. Setelah bank-bank Himbara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan, juga akan menyalurkan dana pemerintah ke bank-bank daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....