Tekanan Dolar Menurun, Rupiah Ditutup Naik 22 Poin
- 07 Okt 2025 20:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS dalam perdagangan hari ini. Mengacu pada data Bloomberg, rupiah terpantau naik 0,13 persen atau 22 poin ke posisi Rp16.561 per dolar AS.
Rupiah menguat karena indeks dolar AS kembali tertekan oleh sejumlah faktor, salah satunya penutupan pemerintah AS yang masih berlanjut. “Hingga hari keenam, belum tercapai kesepakatan pendanaan di kalangan Kongres AS,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Selasa (7/10/2025).
Baca Juga:
Rupiah Diperkirakan Melemah Karena Sejumlah Kekhawatiran Pasar
Alasan Menkeu Pangkas Dana Bagi Hasil Provinsi Jakarta
Sementara, kondisi dalam negeri Prancis sedang dilanda krisis, setelah mundurnya Perdana Menteri Sebastien Lecornu secara mendadak. Pemerintah Prancis juga tengah menghadapi tekanan dari kelompok sayap kanan dan sayap kiri ekstrim yang menuntut perubahan pemerintahan.
“Di Jepang, tokoh partai berkuasa Sanae Takaichi mengisyaratkan kebijakan moneter yang lebih longgar. Taichi juga dikenal dengan dukungannya terhadap belanja fiskal yang agresif,” ujar Ibrahim.
Ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina kembali meruncing, setelah dua kilang minyak Rusia jadi korban serangan drone. Salah satunya kilang minyak Kirishi, kilang minyak terbesar di Rusia yang menghentikan sementara produksinya.
Di dalam negeri, Bank Indonesia merilis data cadangan devisa hingga akhir September 2025. Cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD148,7 miliar, lebih rendah dibandingkan akhir Agustus 2025 sebesar USD150,7 miliar.
“Penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. Stabilisasi dilakukan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.
Meski menurun, cadangan devisa hingga akhir September 2025 masih di atas standar kecukupan internasional, sekitar tiga bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tetap kuat untuk mendukung ketahanan sektor eksternal, menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan,” ujar Denny menutup keterangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....