Rupiah Diperkirakan Melemah Karena Sejumlah Kekhawatiran Pasar

  • 07 Okt 2025 10:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tuka rupiah menguat tipis terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau naik 0,1 persen menjadi Rp16.566 per dolar AS.

Dalam penutupan perdagangan Senin kemarin, rupiah turun 0,12 persen menjadi Rp16.583 per dolar AS. Sejumlah analis memperkirakan rupiah masih akan melemah hari ini.

“Rupiah kemungkinan akan terdepresiasi di level Rp16.600 per dolar AS,” kata Analis Pasar Uang, Fikri C. Permana, Selasa (7/10/2025). Ia menyebut sejumlah faktor ekternal dan internal yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

Baca Juga:

Rupiah Ditutup Melemah karena Kuatnya Tekanan Global

IHSG Ditutup Naik Seiring Menguatnya Bursa Saham Asia

“Dari sisi eksternal, kekhawatiran berlanjutnya ‘shutdown’ pemerintahan AS. Serta meningkatnya risiko fiskal beberapa negara, diantaranya Jepang dan aksi jual di pasar saham,” ucap Fikri.

Sedangkan di dalam negeri, hari ini ada elang Surat Utang Negara (SUN). Penawaran yang masuk dalam lelang tersebut diharapkan masih terjaga sekitar Rp100 triliun.

Analis Pasar Uang lainnya, Lukman Leong juga memprediksi rupiah masih akan melemah terhadap dolar hari ini. “Rupiah melemah karena dolar AS menguat setelah pernyataan hawkish (ketat) dari pejabat the Fed,” ujar Lukman.

Pejabat the Fed Jeff Schmid mengatakan, suku bunga sudah pada level ideal. Sehingga tidak perlu memangkas suku bunga lagi.

“Pelemahan rupiah akan terbatas di kisaran Rp16.550-16.650 per dolar AS,” kata Lukman. Investor mengantisipasi rilis cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan naik menjadi USD159 miliar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....