BI Bantah Isu Miring Jual Emas 11 Ton
- 07 Okt 2025 08:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Bank Indonesia (BI) buka suara, terkait isu miring yang menyebut pihaknya BI menjualan cadangan emas sebesar 11 ton. Kepala Departemen Komunikasi BI Denny Ramdan Prakoso langsung membantah isu miring tersebut
Ia menegaskan, BI tidak pernah melakukan penjualan emas seperti yang dikabarkan tersebut. "Dapat kami sampaikan, Bank Indonesia tidak melakukan penjualan emas sebagaimana disebutkan," kata Denny dalam pesan singkat yang disampaikan, Senin (6/10/2025).
Baca Juga:
Setelah BNI, Giliran Bank Mandiri Disidak Menkeu Purbaya
Perputaran Ekonomi Event MotoGP Mandalika Tembus Rp4,8 Triliun
Denny mengungkapkan, informasi resmi mengenai mengenai perkembangan cadangan devisa Indonesia, disampaikan melalui laman BI. Diketahui, informasi mengenai penjualan emas oleh BI bermula dari artikel yang ditulis analis Senior, Krishan Gopaul.
Artikel tersebut, dimuat di laman World Gold Council. Gopaul menulis tentang kecenderungan bank-bank sentral dunia membeli emas untuk menambah cadangan emasnya.
Dalam artikelnya, Gopaul juga menyertakan data grafik Bank sentral yang melakukan pembelian dan penjualan emas. Dalam grafik tersebut, ada lima negara yang melakukan penjualan emas, salah satunya Indonesia.
Disebutkan sumber data dalam grafik tersebut adalah laporan IMF, bank-bank sentral dan World Gold Council. Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengutip laporan IMF.
Laporan itu menyebutkan, hingga September 2025 BI telah menjual emas batangan sebesar 11 ton. Ibrahim menduga, BI menjual cadangan emas nya untuk keperluan intervensi dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Selain itu untuk membantu keuangan pemerintah dengan membeli Surat Berharga Negara. "Untuk melakukan intervensi dibutuhkan dana yang besar, jadi wajarlah kalau BI menjual emas, apalagi harga emas sedang tinggi," ujar Ibrahim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....