Perputaran Ekonomi Event MotoGP Mandalika Tembus Rp4,8 Triliun

  • 06 Okt 2025 14:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 (MotoGP Mandalika) memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Event yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini menjadi momentum untuk memperkuat investasi dan pariwisata.

Ajang tersebut juga mampu menyerap tenaga kerja selama tiga hari pelaksanaan acara. "Sebanyak 2.073 tenaga kerja lokal asal NTB terserap baik di sektor hospitality, keamanan, transportasi, maupun logistik," kata Direktur Utama InJourney, Maya Watono, Senin (6/10/2025).

Baca Juga: IHSG Diperkirakan Bergerak pada Tren Positif

Baca Juga: Menkeu: Rokok Ilegal Diampuni, Selanjutnya Harus Bayar Cukai

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi NTB memperkirakan total perputaran ekonomi selama gelaran MotoGP mencapai sekitar Rp4,8 triliun. Perputaran ekonominya meliputi sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan penjualan produk kreatif masyarakat.

Event MotoGP membuktikan mampu menjadi katalis pengembangan destinasi dan promosi pariwisata nasional. Berdasarkan data resmi Mandalika Grand Prix Association (MGPA), jumlah penonton MotoGP Mandalika 2025 mencapai 140.324 orang.

Jumlah itu meningkat 15,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 121.252 penonton. Angka tersebut juga merupakan rekor tertinggi sejak MotoGP digelar di Mandalika pada tahun 2022.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 67.905 penonton hadir di hari puncak (race day). Jumlahnya naik signifikan dibanding pada tahun 2024 yang mencatat sejumlah 60.709 penonton.

MGPA juga mencatat kenaikan 36 persen pada kunjungan ke area Paddock dan VIP Village. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi sport tourism unggulan Indonesia.

Selain itu, kesuksesan penyelenggaraan MotoGP 2025 membuktikan efektivitas KEK Mandalika sebagai katalis pertumbuhan ekonomi daerah. "Presiden Prabowo Subianto meminta laporan langsung mengenai perkembangan seluruh KEK dan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya KEK Mandalika," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Susiwijono Moegiarso.

Momentum ini, tambahnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing kawasan dan menarik lebih banyak investasi strategis. Hingga Juni 2025, KEK Mandalika mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp5,7 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 19.010 orang.

Jumlah pelaku usaha aktif yang aktif beroperasi di dalam kawasan sebanyak 28 pelaku usaha. "Pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan pengembangan Mandalika sebagai pusat kegiatan pariwisata, olahraga, investasi internasional, sekaligus penggerak ekonomi kawasan timur Indonesia," kata Susiwijono menutup pernyataannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....