IHSG Ditutup Naik ke Level 8.118
- 03 Okt 2025 20:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bertahan di zona hijau. Saat penutupan perdagangan, IHSG terpantau naik 0,59 persen atau 47 poin ke level 8.118.
Namun, mayoritas saham, sebanyak 425 saham harganya turun dan 257 saham stagnan. Berdasarkan data BEI, hanya 274 saham yang harganya naik.
“Namun indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan bergerak menguat hari ini. Saham JSMR, MEDC, GOTO, EXCL, dan CPIN mendominasi penguatan,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Jumat (3/10/2025).
Baca Juga:
Akhir Pekan, Rupiah Berhasil Menguat terhadap Dolar AS
Menkeu: Rokok Ilegal Diampuni, Selanjutnya Harus Bayar Cukai
Saham sektor energi tercatat naik paling kuat (3,09 persen). Sedangkan yang turun paling dalam adalah saham sektor transportasi dan logistik (-1,41 persen).
Volume saham yang diperdagangan sebanyak 44,37 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,54 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp22,95 triliun dan kapitalisasi pasar di akhir pekan ini menjadi Rp15.079 triliun.
Di dalam negeri sentimen pasar, menurut Tim Pilarmas, dipengaruhi oleh paket stimulus yang digelontorkan pemerintah triwulan IV-2025. Stimulus tersebut merupakan kombinasi kebijakan fiskal, belanja pemerintah, dan insentif konsumsi akhir tahun.
“Kombinasi itu diharapkan mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Harapannya perekonomian dapat tumbuh 5,2 persen hingga akhir tahun sesuai target pemerintah,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers nya.
Sementara bursa di kawasan Asia cenderung menguat, sesuai pergerakan bursa saham Amerika Serikat. Para investor di AS sedang menunggu berapa lama penutupan pemerintahan akan berlangsung, dan seberapa serius dampaknya ke perekonomian.
Di sisi lain, Presiden Trump terus terus menebar ancaman PHK bagi ribuan pegawai negeri sipil. Trump juga mengatakan akan menghentikan pendanaan proyek-proyekdi negara-negara bagian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....