BPS Laporkan Inflasi September 2025 Sebesar 0,21 Persen
- 01 Okt 2025 16:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami inflasi pada September 2025 sebesar 0,21 persen. Padahal di bulan sebelumnya perekonomian negara ini mencatat deflasi sebesar 0,08 persen.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS), M. Habibullah, Rabu (1/10/2025) di Jakarta. "Sedangkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 108,74 pada September 2025," ujarnya.
Habibullah menambahkan secara tahunan inflasi tercatat mencapai 2,65 persen. Sedangkan berdasarkan tahun kalender (Januari-September 2025) tingkat inflasi sebesar 1,82 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,38 persen. Komoditas-komoditas pendorong inflasi di antaranya cabai merah, daging ayam ras, emas perhiasan, sigaret kretek mesin, dan biaya kuliah.
Baca juga: Hingga Agustus, Neraca Perdagangan Surplus 64 Bulan Beruntun
Baca juga: Harga Emas Bakal Melambung Bulan Oktober
Di samping itu, masih ada komoditas yang memberikan andil deflasi," ucap Habibullah. Di antaranya bawang merah, tomat, bawang putih, cabe rawit, dan biaya sekolah menengah.
Sementara itu, secara bulanan seluruh komponen mengalami inflasi. Komponen inti mengalami inflasi terbesar 0,18 persen karena kenaikan harga emas perhiasan dan biaya kuliah.
Sedangkan komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,06 persen. Sementara itu, komponen harga pangan bergejolak juga mengalami inflasi sebesar 0,52 persen.
Menurut Habibullah, beras menjadi komoditas yang meredam inflasi pada September 2025. "Biasanya pada 2021-2024 beras mengalami inflasi di bulan September, tetapi di tahun ini mengalami deflasi,” ujarnya.
Sepanjang tahun ini, lanjut Habibullah, terjadi dua kali deflasi beras. Selain pada September 2025, deflasi beras juga terjadi pada April 2025.
BPS juga mencatat pada September 2025 hanya satu provinsi yang mengalami deflasi yaitu Maluku Utara (minus 4,17 persen). Sedangkan 37 provinsi lainnya mengalami inflasi, tertinggi di Sumatra Utara sebesar 5,32 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....