Hingga Agustus, Neraca Perdagangan Surplus 64 Bulan Beruntun
- 01 Okt 2025 16:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan luar negeri Indonesia masih membukukan kinerja yang positif. Hal itu tercermin dari neraca perdagangan yang masih membukukan surplus sebesar USD5,49 miliar pada Agustus 2025.
“Dengan demikian, secara bulanan neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 64 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus ditopang oleh perdagangan non-migas yang surplus sebesar USD7,15 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS), M. Habibullah dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Komoditas non-migas yang memberikan kontribusi surplus adalah lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja. Sedangkan neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar USD1,66 miliar, dan komoditas penyumbang defisit adalah minyak dan hasil minyak.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya Tagih Janji Pertamina Bangun Kilang Minyak
Harga Emas Bakal Melambung Bulan Oktober
Dengan surplus bulan Agustus, neraca perdagangan dari Januari-Agustus 2025 secara kumulatif membukukan surplus sebesar USD29,14 miliar. Surplusnya meningkat sebesar USD10,13 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Secara tahunan, surplus neraca perdagangan juga ditopang oleh surplus perdagangan non-migas sebesar USD41,21 miliar. Sedangkan perdagangan migas, secara tahunan masih mengalami defisit sebesar USD12,07 miliar.
Sementara itu, nilai ekspor dari Januari-Agustus 2025 tercatat sebesar USD185,13 miliar, 7,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan kinerja impor dari Januari-Agustus 2025 tercatat USD155,99 miliar atau meningkat 2,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang Januari-Agustus 2025, neraca perdagangan Indonesia surplus terbesar dengan Amerika Serikat, India dan Filipina. Tetapi dengan Tiongkok dan Australia, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit.
Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan optimis perdagangan luar negeri Indonesia akan terus meningkat. Seiring dengan kinerja ekspor yang positif sepanjang Januari-Juli 2025 yang tumbuh 8,03 persen.
“Ekspor kita Januari-Juli meningkat bagus di tengah kondisi global yang masih seperti sekarang,” kata Mendag. Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor hingga akhir tahun ini sekitar 7,1 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....