Investor Aksi Beli Saham, IHSG Ditutup Menguat

  • 29 Sep 2025 20:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan perdagangan IHSG naik 0,30 persen (23,91 poin) ke level 8.123.

Sebanyak 392 saham harganya naik, 289 saham harganya turun dan 117 saham stagnan. “Saham sektor bahan baku, finansial dan properti menjadi penopang kenaikan IHSG,” kata Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Senin (29/9/2025).

Kenaikan IHSG hari ini disertai aliran masuk modal asing dengan beli bersih saham oleh investor asing sebesar Rp190,75 miliar. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing adalah BRMS, BREN, BBCA, WIFI dan MBMA.

Baca Juga:

IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Hari Ini

Pemerintahan AS Terancam Tutup, Nilai Tukar Rupiah Terdongkrak

Berdasarkan data BEI, volume saham yang diperdagangkan sebanyak 48,65 miliar lembar saham, frekuensi perdagangan 2,61 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan mencapai Rp24 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp14.995 triliun.

Sentimen pasar yang positif terhadap kondisi di dalam negeri, ikut mendukung penguatan IHSG. Hari ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sidak ke kantor pusat Bank Negara Indonesia (BNI).

“Kita mau lihat kerja mereka, mau ikut rapat dengan direksinya kalau ada rapat. Enggak tahu boleh masuk apa enggak,” kata Menteri Purbaya singkat.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya, sempat mengomentari kebijakan bank-bank Himbara menaikkan suku bunga deposito dolar AS sebesar 4 persen. Menurutnya, ia tidak pernah memerintahkan kebijakan seperti itu, karena masih mengkajinya.

Bank-bank Himbara kemudian memang mencabut pengumuman kenaikan suku bunga tersebut. Beberapa analis menilai ketidakkonsistenan kebijakan ini bisa memicu ketidakpercayaan investor.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham ditutup menguat setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS). Inflasi yang diukur dari Personal Consumption Expenditure (PCE) Index, naik menjadi 2,7 persen bulan Agustus.

“Meski masih di atas target inflasi bank sentral AS sebesar 2 persen, perkembangan inflasi sesuai perkiraan pasar. Sehingga memberi harapan The Fed masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga untuk mendorong perekonomian,” kata Tim Analis Phillip Sekuritas menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....