Rupiah Berpeluang Menguat, Meski Melemah di Awal Perdagangan
- 03 Sep 2025 11:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah yang kemarin menguat, hari ini melemah di awal perdagangan Data Bloomberg menunjukkan, rupiah dibuka terkoreksi 0,10 persen atau 16 poin menjadi Rp16.430 per dolar AS.
Dalam penutupan perdagangan Selasa kemarin, rupiah naik tipis 0,03 persen atau empat poin menjadi Rp16.414 per dolar AS. "Rupiah secara perlahan menunjukkan tren positif hingga kemarin, karena BI melakukan intervensi aktif dalam menstabilkan nilai tukar rupiah," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, Rabu (3/9/2025).
Baca Juga:
Meski Naik Tipis, Rupiah Diperkirakan Terus Berfluktuasi
Aktivitas Kembali Normal, IHSG Bergerak Naik
Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun juga sudah sedikit turun. Selasa kemarin CDS di angka 72,38, hari ini turun menjadi 71,84.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam rapat kerja dengan DPD RI menegaskan komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "Kami akan fokus pada pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi dan nilai tukar," kata Perry.
Menurutnya, kondisi moneter, pasar keuangan dan nilai tukar rupiah, dalam kondisi stabil. "Kami akan berusaha rupiah lebih kuat lagi, kembali ke level Rp16.300," ucap Perry.
Untuk menjaga stabilitas, tambahnya, BI melakukan intervensi dan menambah likuiditas pasar. "Kami akan berkordinasi dengan Menteri Keuangan, OJK dan LPS, untuk memastikan stabilitas pasar keuangan terjaga," ujarnya.
Sementara itu, Analis Pasar Uang, Fikri C.Permana melihat peluang rupiah menguat hari ini, mendekati Rp16270 per dolar AS. Menurutnya ada sejumlah faktor yang dapat mendorong penguatan rupiah, diantaranya berkurangnya kekhawatiran aksi demo yang tidak bertanggung jawab.
"Selain itu, incoming bids lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) masih cukup baik. Turunnya optimisme perekonomian AS dan pasar yang menunggu data tenaga kerja yang akan dirilis nanti malam," kata Fikri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....