Hari Ini, Pergerakan Saham IHSG Diprediksi 'Rebound'
- 31 Jul 2025 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), diperkirakan naik hari ini, Kamis (31/7/2025). Setelah Rabu (30/7/2025) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,89 persen atau 68 poin ke level 7.549,89.
"IHSG berpotensi teknikal rebound (berbalik menguat) hari ini. Level support IHSG diperkirakan di rentang 7.480-7.520 dan level resistansi di rentang 7.580-7.620," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).
Baca Juga:
Sikap Hati-Hati Pasar Membuat IHSG Ditutup Turun
S&P Perkirakan Pendapatan Per Kapita Indonesia akan Meningkat
Fanny mencatat, pada Rabu kemarin terjadi net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp1,02 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, PGEO, BBRI, dan BBNI.
Mayoritas bursa saham global juga melemah pada Rabu kemarin. Bursa saham Amerika Serikat turun setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan belum siap memangkas suku bunga.
"Pernyataan tersebut muncul di tengah evaluasi dampak tarif impor yang lebih tinggi terhadap inflasi. The Fed akhirnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25-4,5 persen pada pertemuan hari Rabu," ucap Fanny.
Powell tetap pada keputusannya walaupun mendapat tekanan dari Presiden Trump yang mendesak pemangkasan agresif. Indeks S&P 500 turun 0,12 persen, Dow Jones Industrial Average melemah 0,38 persen dan Nasdaq Composite naik 0,15 persen.
Sementara indeks bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup beragam pada perdagangan Rabu. "Seiring sikap hati-hati investor yang menanti hasil perundingan dagang antara AS dan Tiongkok," ujar Fanny.
Selain itu, investor bursa Asia juga mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,05 persen, di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,74 persen.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,59 persen. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,36 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....