KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga, Namun Tetap Waspada
- 29 Jul 2025 00:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyebutkan, stabilitas sistem keuangan di Indonesia pada triwulan II-2024 masih terjaga. Meskipun kondisi perekonomian dan pasar keuangan global masih tertekan oleh ketidakpastian yang tinggi
"Ketidakpastian terutama dipengaruhi oleh dinamika negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat. Ditambah eskalasi ketegangan geopolitik," kata Ketua KSSK yang juga Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan pers hasil rapat berkala KSSK, Senin (28/7/2025).
Baca Juga:
Penutupan Perdagangan, IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 7.614
Penutupan Perdagangan, Rupiah Tergerus 43 Poin
Saat ini, AS sudah mencapai kesepakatan tarif dengan sejumlah mitra dagangnya. "Namun KSSK tetap memperkuat kewaspadaan dan membuat respons kebijakan yang efektif," ucap Sri Mulyani.
Untuk itu rapat KSSK menyepakati untuk memperkuat sinergi dan kordinasi kebijakan antarlembaga anggota KSSK dan Kementerian/Lembaga lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas sistem keuangan terus terjaga, selain itu juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berbagai risiko yang harus diantisipasi, menurut Sri Mulyani, perkembangan ekonomi dan politik global dan dinamika geopolitik. Termasuk perubahan arah kebijakan negara-negara besar dan dampak rambatannya pada pasar keuangan domestik.
"KSSK juga akan terus mendukung sektor riil dan memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan secara efektif. Sehingga dapat memberikan harapan baru dan optimisme untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah," ujar Sri Mulyani.
Selain itu KSSK juga berkomitmen untuk menyelesaikan peraturan pelaksana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Sehingga dapat mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah kegalauan global.
KSSK akan kembali melakukan rapat assesmen pada Oktober mendatang. Sekaligus menjadi rapat terakhir di tahun 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....