Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah karena Berbagai Tekanan

  • 03 Jun 2025 17:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (3/6/2025). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,34 persen atau 55 poin menjadi Rp16.308 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan sejumlah faktor yang menekan rupiah. Menurut dia, greenback (dolar) juga terpukul karena kekhawatiran terhadap utang AS yang meningkat.

"Fokus pasar juga tertuju pada Rancangan Undang-Undang Pemotongan Pajak AS," ujarnya. Pembahasan undang-undang kontroversial yang didukung Trump ini mengalami kemajuan di Kongres.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat, Tapi Berisiko Berbalik Melemah

Ibrahim juga mencermati kondisi geopolitik yang makin memburuk setelah serangan Ukraina ke Rusia baru-baru ini. Sementara itu, sengketa nuklir antara AS dan Iran semakin tajam karena perundingan menemui jalan buntu.

Kondisi perekonomian Tiongkok juga membuat pelaku pasar khawatir melihat indeks manufaktur negara itu yang menurun. Ini menunjukkan dampak tarif AS pada perekonomian Tiongkok dan melemahnya permintaan komoditas di sana.

Dari dalam negeri, deflasi sebesar 0,37 persen pada Mei 2025 menjadi sorotan. Ini untuk ketiga kalinya Indonesia mengalami deflasi pada tahun ini setelah Januari dan Februari.

Menurut Ibrahim, deflasi menjadi alarm bahaya bagi perekonomian Indonesia. "Ini merupakan 'lampu kuning' bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua yang kemungkinan tidak mencapai 5 persen,” ucapnya.

Deflasi berkepanjangan menunjukkan masyarakat cenderung menahan belanja. Hal ini akan mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat yang menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, surplus neraca perdagangan juga semakin menyusut. Pada Mei 2025 nilainya tercatat sebesar USD160 juta, lebih rendah dibandingkan April 2025 sebesar USD4,33 miliar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....