IHSG Ditutup Naik ke Level 6.812
- 02 Mei 2025 21:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat bergerak dinamis di zona hijau sepanjang perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup naik 0,72 persen (48,93) poin ke level 6.815.
Hari ini sebanyak 315 saham harganya naik, 306 saham harganya turun dan 187 saham stagnan. Tiga sektor yang menjadi penopang IHSG adalah saham sektor bahan baku, finansial, dan saham sektor infrastruktur.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 20,19 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.183.319 kali transaksi. Total nilai perdagangan mencapai Rp11,87 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp11.860 triliun.
Tim Analisis Phillip Sekuritas Indonesia mencermati sejumlah data di dalam negeri, yang mempengaruhi sentimen pasar. Di antaranya data inflasi bulan April yang secara tahunan naik menjadi 1,95 persen, tertinggi dalam 22 bulan terakhir.
Baca Juga:
Akhir Pekan, Rupiah Makin Perkasa terhadap Dolar AS
Tarif Listrik Normal Lagi, April Inflasi 1,17 Persen
Sementara indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia anjlok menjadi 46,7 di bulan April. ”Ini adalah kontraksi pertama dalam enam bulan terakhir dan menjadi level terendah sejak Agustus 2021,” kata Tim Phillip Sekuritas, Jumat (2/5/2025).
Menurut Tim Phillip Sekuritas, kenaikan IHSG mengikuti kenaikan IHSG bursa saham di Asia dalam penutupan perdagangan hari ini. Bursa saham Asia menguat setelah pemerintah Tiongkok sedang mengevaluasi peluang pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat.
“Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebutkan bahwa para pejabat AS telah berulang kali menyatakan kesediaannya berdialog. Namun, pejabat Tiongkok mendesak AS untuk menunjukkan ketulusannya ketika bernegosiasi dengan Tiongkok,” ujar Tim Phillip Sekuritas.
Sementara di Jepang, surat kabar Nikkei melaporkan bahwa AS nampaknya enggan menurunkan tarif atas mobil, baja dan aluminium. Sikap tersebut membuat pihak Jepang merasa bahwa kerja sama kedua negara akan menjadi sulit.
Negosiasi tarif antara AS dengan sejumlah mitra dagangnya masih terus bergulir. Sebagian pihak menilai, sejauh ini, belum ada hasil yang berarti dari semua negosiasi yang sedang berjalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....