Penyaluran Kredit Baru Triwulan I-2025 Menurun
- 28 Apr 2025 13:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan I-2025 tetap tumbuh positif. Tetapi lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit triwulan IV-2024.
"Hal tersebut terlihat dari Hasil Survei Perbankan BI yang menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru. SBT pada triwulan I-2025 besarnya mencapai 55,07 persen," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Senin (28/4/2025).
Baca Juga
Rupiah Kemungkinan Melemah Terbatas Meski Sentimen Pasar Positif
Triwulan I-2025, Kinerja Dunia Usaha Positif
Menurut Ramdan Denny, pertumbuhan penyaluran kredit baru didorong pertumbuhan seluruh jenis kredit. Standar penyaluran kredit pada triwulan I 2025 juga diindikasikan lebih longgar dibandingkan triwulan IV 2024.
"Kelonggaran itu tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) negatif sebesar 1,32. Kebijakan penyaluran kredit diindikasikan lebih longgar, antara lain pada aspek agunan," ucap Ramdan Denny.
Berdasarkan laporan BI, pertumbuhan kredit pada Maret 2025 tercatat sebesar 9,16 persen secara tahunan. Pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan bulan Februari sebesar 10,30 persen.
Dari persentase itu, pertumbuhan kredit investasi masih relatif tinggi, yaitu 13,36 persen, sementara kredit konsumsi dan kredit modal kerja masing-masing tumbuh 9,32 persen dan 6,51 persen.
Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit (lending standard) dan kondisi likuiditas masih memadai. Meskipun sejumlah bank mulai menghadapi kendala untuk meningkat Dana Pihak Ketiga (DPK) dan sumber penyaluran kredit lainnya.
Selanjutnya, pada triwulan II 2025, penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat dengan SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 81,99 persen. Pelonggaran standar penyaluran kredit diprakirakan juga berlanjut pada triwulan II -2025, dengan ILS negatif sebesar 1,39.
Aspek kebijakan penyaluran kredit juga diprakirakan lebih longgar. Antara lain berasal dari suku bunga kredit dan persyaratan administrasi.
Hasil survei juga menunjukkan responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2025 terus tumbuh. "Kondisi tersebut didorong oleh prospek kondisi moneter, pertumbuhan ekonomi yang tetap baik serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit," ujar Ramdan Denny menutup keterangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....