BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Tetap Loyo

  • 23 Apr 2025 16:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga pada level 5,75 persen ternyata tidak mampu mendorong penguatan rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah pada penutupan perdagangan Rabu (23/4/2025) sore.

Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,07 persen (12 poin) menjadi Rp16.871 per dolar AS. "BI mempertahankan suku bunga karena ketidakpastian global yang dipicu tensi perang dagang," kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi.

Baca juga: Rupiah Melemah Tipis Jelang Pengumuman BI Rate

Baca juga: BI Masih Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen

Ketidakpastian global meningkat akibat aksi saling balas antara AS dan Tiongkok dalam penentuan tarif impor. Di dalam negeri, tambah Ibrahim, ada kekhawatiran akan meningkatnya laju inflasi.

"Inflasi akan meningkat seiring berakhirnya diskon tarif angkutan udara usai libur Idulfitri," ujarnya. Pemicu lainnya adalah permintaan agregat mobilitas masyarakat karena berbagai perayaan keagamaan serta cuti bersama pada bulan mendatang.

Sementara itu, Washington akhirnya menyatakan ingin berunding dengan Beijing terkait kebijakan tarif. Negeri Paman Sam itu mengisyaratkan pengenaan tarif pada Negeri Tirai Bambu kemungkinan akan di bawah 145 persen.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent yang mengatakan perang dagang antara kedua negara tidak akan berlanjut. "AS tampaknya mengharapkan deeskalasi segera," kata Ibrahim.

Hingga saat ini Tiongkok belum menunjukkan keinginan untuk mundur setelah mengenakan tarif 125 persen kepada AS. Meskipun pasar mengkhawatirkan dampak perang dagang pada perekonomian Tiongkok.

Di sisi lain, Bank of America menurunkan prospek pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Tiongkok menjadi 4 persen pada 2025. Ini berarti di bawah target sebelumnya sebesar 5 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....