Tips Perencanaan Keuangan di tengah Tantangan Tekanan Perekonomian
- 08 Agt 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Managing Director PT Samuel Tumbuh Bersama, Tae Yong Shim mengatakan, literasi dan perencanaan keuangan berbasis siklus hidup sangat penting untuk masa depan
- Inflasi, suku bunga dan pajak menajdi tantangan utama dalam perencanaan keuangan yang harus dipahami masyarakat
- Prinsip dasar perencanaan keuangan adalah pahami kebutuhan, kendalikan pengeluaran, mulailah berinvestasi sedini mungkin dan siapkan proteksi
RRI.CO.ID, Jakarta – Perekonomian Indonesia masih menghadapi tantangan berupa masih tingginya ketidakpastian global. Kondisi tersebut dapat berdampak pada tekanan finansial, sehinga diperlukan ketrampilan untuk merencanakan dan mengelola keuangan.
Managing Director PT Samuel Tumbuh Bersama, Tae Yong Shim mengatakan, literasi dan perencanaan keuangan berbasis siklus hidup sangat penting untuk masa depan. Menurutnya, tantangan tidak hanya datang dari pasar, tetapi juga dari faktor-faktor yang dekat kehidupan sehari-hari.
“Tantangan itu antara lain inflasi, suku bunga dan pajak. Ketiganya menjadi tantangan utama dalam perencanaan keuangan yang harus dipahami masyarakat,” kata Shim dalam acara Media Connect yang diselenggarakan Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat, 7 agustus 2026.
Menurut Shim, perencanaan perlu dilakukan sejak awal untuk mengantisipasi kebutuhan hidup yang meningkat. “Jika tidak, risikonya bukan hanya salah memilih produk investasi, tetapi tidak melakukan apa pun untuk menyiapkan masa depan,” ucap Shim.
Dia menegaskan pentingnya mengelola pengeluaran sebagai bagian dari strategi membangun kekayaan. Keayaan menurut Shim adalah pendapatan dikurangi pengeluaran, hasilnya kemudian dikembangkan melalui investasi dalam jangka waktu tertentu.
“Masyarakat tidak selalu dapat mengendalikan pendapatan maupun return pasar. Tapipengeluaran dan waktu investasi merupakan dua hal yang lebih bisa dikendalikan,” ujar Shim.
Setiap orang tambahnya, punya tujuan hidup yang berbeda. Namun ia mengingatkan prinsip dasar dalam mengelola dan merencanakan keuangan.
“Prinsip dasarnya adalah pahami kebutuhan, kendalikan pengeluaran, mulailah berinvestasi sedini mungkin dan siapkan proteksi. Dalam perencanaan keuangan, waktu adalah salah satu aset yang paling penting,” kata Shim menegaskan.

Sementara itu, Research Division Bursa Efek Indonesia (BEI), Fikrian Naufal mengatakan, fundamental perekonomian Indonesia saat ini masih cukup kuat. Meskipun tekanan global masih tinggi, dan ikut mempengaruhi kinerja perdagangan saham.
Fikrian menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas 5 persen, inflasi terkendali dalam kisaran target, rasio kredit bermasalah juga rendah di bawah ambang batas maksimum 5 persen.
“Kondisi suku bunga juga masih lebih terkendali dibandingkan 1998. Saat itu kebijakan suku bunga berada di level 60 persen jauh di atas posisi Juli 2026 sebesar 5,75 persen,” ucapnya.
Menurut Fikrian, kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat merupakan faktor yang menjadi daya tarik investor. “Tantangan memang ada, terutama dari tekananglobal dan domestik, tetapi indikator makro Indonesia tetap menunjukkan ketahanan,” kata Fikri menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....