Hari Kartini Dijadikan Momen Edukasi terhadap Perempuan PMI

  • 22 Apr 2025 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanfaatkan momentum Hari Kartini dengan melakukan edukasi keuangan terhadap para perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dalam kegiatan tersebut, OJK menggandeng Bank Indonesia dan Kementerian Perlindungan PMI.

Sekitar 1.000 PMI berpartisipasi dalam acara edukasi keuangan bertema "Perempuan Berdaya dan Cerdas Finansial Menyongsong Masa Depan Sejahtera”. "Saya punya keyakinan para PMI ini harus dibekali dengan pemahaman yang benar tentang bagaimana mengelola keuangan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Dhanapala, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Baca Juga:

BI Tanggapi Keluhan AS terhadap Sistem Pembayaran QRIS

Penutupan Perdagangan, IHSG Naik Tipis 0,12 Persen

BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 59 Bulan Berturut-turut

Selain edukasi keuangan, OJK juga memberikan literasi agar para PMI terhindar dari berbagai tindak kejahatan dan modus penipuan di bidang jasa keuangan. Sekarang ini banyak skema-skema penipuan-yang harus diwaspadai, dan banyak PMI menjadi korbannya.

"Para PMI kita sudah bekerja dengan penuh keringat, dengan penuh air mata meninggalkan keluarga di rumah. Jangan sampai nanti pulang-pulang zonk," ucap Friderica.

Sementara Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti menyebut peran penting PMI dalam menggerakkan perekonomian. Baik melalui kontribusi langsung di luar negeri maupun melalui remitansi yang mereka kirimkan ke tanah air.

Berdasarkan data BI, pada triwulan III-2024, surplus penerimaan remintansi tumbuh 11 persen secara tahunan. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan jumlah pertumbuhan PMI di luar negeri di kisaran 3,1 persen.

"Remitansi tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga di daerah asal. Tetapi juga memberikan pengaruh signifikan terhadap ketahanan eksternal dan stabilitas neraca pembayaran negara," ujarnya.

Destry mengingatkan, para PMI pentingnya kewaspadaan terhadap risiko penipuan digital. Apalagi di era digital seperti sekarang ini banyak kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan.

“Bank Indonesia mengampanyekan Konsumen Cerdas PeKA (Peduli, Kenali, dan Adukan) sebagai upaya perlindungan konsumen. BI juga turut memotivasi kaum perempuan untuk lebih berdaya secara finansial, mampu mengakses layanan keuangan yang inklusif dan aman," kata Destry.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding berpesan kepada para PMI untuk memanfaatkan kegiatan edukasi keuangan. Supaya hasil kerja di luar negeri bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, dalam kurun waktu lima tahun terakhir sebanyak 624.908 orang PMI di berbagai negara penempatan adalah perempuan. Jumlah itu sekitar 66,3 persen dari total PMI yang ditempatkan di berbagai negara.

Kementeriannya, tambah Abdul Kadir fokus pada peningkatan kualitas perlindungan dan kualitas tenaga kerja migran Indonesia. Termasuk peningkatan literasi keuangan pekerja migran.

"Edukasi dan literasi keuangan, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur keuangan pribadi. Tetapi juga menjadi benteng perlindungan dari berbagai risiko keuangan yang dapat merugikan," ujar Kadir menutup pernyataannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....