BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 59 Bulan Berturut-turut

  • 21 Apr 2025 18:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Neraca perdagangan Indonesia kembali membukukan surplus pada Maret 2025 sebesar USD4,33 miliar. Ini berarti neraca perdagangan telah mencatat surplus selama 59 berturut-turut sejak Mei 2020.

Surplus tersebut lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 (USD3,12 miliar), tetapi lebih rendah dibandingkan Maret 2024 (USD4,47 miliar). Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, Senin (21/4/2025).

Menurut dia, surplus Maret 2025 disebabkan nilai ekspor yang lebih tinggi dari impor. "Ekspor tercatat sebesar USD23,25 miliar, naik 5,95 persen secara bulanan dan 3,16 persen secara tahunan," ujarnya.

Sedangkan impor per Maret 2025 mencapai USD18,92 miliar. Ini berarti secara bulanan naik 0,38 persen dan secara tahunan naik 5,34 persen.

BPS mencatat ekspor migas maupun nonmigas meningkat pada Maret 2025. Peningkatan ekspor nonmigas ditopang sektor industri pengolahan dengan nilai ekspor mencapai USD18,16 miliar.

Nilai ekspor industri pengolahan secara bulanan meningkat 2,98 persen dengan andil 2,4 persen. Komoditasnya terdiri dari logam dasar bukan besi, nikel, semikonduktor, alumunium, komponen elektronik, dan peralatan listrik lainnya.

Sementara ekspor produk unggulan Indonesia seperti besi dan baja mengalami kenaikan 19,64 persen. Namun, ekspor CPO dan turunannya turun 3,55 persen, serta ekspor batubara turun 5,54 persen secara bulanan.

Dari sisi impor, pada Maret 2025 terjadi kenaikan impor barang konsumsi dan barang modal. Impor barang konsumsi naik sebesar 18,73 persen, di antaranya terjadi pada komoditas sayuran dan buah-buahan.

"Impor bawang putih, baik yang segar maupun yang didinginkan, naik menjadi USD46 juta," kata Amalia. Sedangkan impor buah apel segar juga naik pada Maret 2025 sebesar USD32,8 juta.

Kepala BPS menambahkan secara kumulatif (Januari-Maret 2025) neraca perdagangan Indonesia surplus USD10,92 miliar. Ini meningkat USD3,51 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Sepanjang Januari-Maret 2025, negara yang berkontribusi pada surplus neraca perdagangan adalah Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina. Namun, neraca perdagangan Indonesia masih defisit dengan Tiongkok, Singapura dan Australia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....