Dolar Sedang Naik, Rupiah Diperkirakan Masih Hadapi Tekanan

  • 25 Mar 2025 10:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta:: Mata uang rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan dolar AS hari ini. Pada penutupan perdagangan hari Senin kemarin, rupiah turun 0,40 persen atau 66 poin menjadi Rp16.567 per dolar AS.

"Indeks dolar AS makin naik, pagi ini di kisaran 104,30-an, sedangkan pagi kemarin di kisaran 104,10. Sehingga rupiah nampaknya masih dalam tekanan dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Selasa (25/3/2025).

Baca Juga:

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Dipicu Kekhawatiran Pemberlakuan Tarif Trump

Ombudsman Masih Temukan Pelanggaran Volume dan Harga MinyaKita

Menurutnya, pasar masih mengantisipasi dampak negatif kebijakan kenaikan tarif Presiden Trump yang akan segera diberlakukan tanggal 2 April. Serta konflik baru di Timur Tengah juga memicu kekhawatiran pasar.

"Dari dalam negri, kepercayaan investor terhadap bursa saham dalam negeri, turut memberikan tekanan ke rupiah. Pesimisme pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri, terefleksi di pergerakan indeks saham Bursa Efek Indonesia (BEI)," ujar Ariston.

Sehingga potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah level tertinggi sekitar Rp16.590, mungkin bisa tembus ke atas Rp16.600. Sedangkan potensi support di sekitar Rp16.500 per dolar AS," ucap Ariston menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....