Rupiah Diperkirakan Menguat Ditopang Hasil Rapat The Fed
- 20 Mar 2025 09:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra memperkirakan, rupiah akan menguat, ditopang hasil rapat Bank Sentral AS, Kamis (20/3/2025). Rupiah berada di posisi Rp16.531 per dolar AS, turun 0,63 persen atau 103 poin pada penutupan perdagangan kemarin.
"Hasil rapat Bank Sentral AS dinihari tadi memberikan tekanan ke dolar AS. Sekaligus memberikan sentiment positif ke pasar saham," kata Ariston, Kamis (20/3/2025).
Baca juga: BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Turun 103 Poin
BI Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen
IHSG Bangkit Lagi, Ditutup Naik 1,42 Persen
Bank Sentral AS masih membuka opsi pemangkasan suku bunga acuan sebanyak dua kali tahun ini. Padahal, satu sisi, kebijakan tarif bisa menaikan inflasi dan memicu perang dagang.
"Tapi di sisi lain, kekhawatiran pasar karena kebijakan tarif Trump masih bisa memberikan tekanan ke pasar aset berisiko. Begitu pula serangan Israel yang masih berlangsung di Gaza dan prospek penghentian perang di Ukraina yang memudar," ucap Ariston.
Harga aset safe haven emas, masih melambung tinggi. Harganya membentuk level tertinggi baru pagi ini di sekitar 3.056 dolar AS per troy ons.
"Pagi ini, efek dari hasil rapat Bank Sentral AS, mungkin bisa mendorong penguatan rupiah. Rupiah kemungkinan akan menguat terhadap dolar AS ke kisaran Rp16.480," ujar Ariston.
Sisi lain, sentimen negatif yang masih membayangi pelaku pasar akan mendorong pelemahan rupiah. Pelemahan rupiah kemungkinan di kisaran Rp16.580-Rp16.600 per dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....