BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Turun 103 Poin
- 19 Mar 2025 16:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah merosot tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (19/3/2025). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,63 persen atau 103 poin ke level Rp16.531 per dolar AS.
Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga 5,75 persen ternyata tidak mampu mendorong penguatan rupiah. Sentimen pasar juga dipengaruhi proyeksi Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurut analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, keputusan BI tersebut sesuai dengan perkiraan OECD. "Yaitu untuk menjaga inflasi tetap rendah dan menghindari aliran keluar modal karena suku bunga tinggi di AS," ujarnya.
Baca juga: BI Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen
Baca juga: Rupiah Diperkirakan Terimbas Harga Emas Meroket
Melalui laporan terbarunya, OECD memperkirakan inflasi Indonesia akan berada di kisaran 1,8 persen pada tahun ini. Proyeksi tersebut lebih rendah 0,3 persen dibandingkan perkiraan sebelumnya pada Desember 2024.
OECD juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 menjadi 4.9 persen. Padahal sebelumnya organisasi tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen tahun ini.
"Namun OECD menyebutkan perekonomian Indonesia tidak melambat secara signifikan," ucap Ibrahim. Menurut dia, hal ini karena dukungan potensi pertumbuhan ekspor sebagai efek eskalasi perang dagang.
Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar adalah ketidakpastian global yang berlanjut. Ini disebabkan kebijakan-kebijakan kontroversial AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Di sisi lain, pelaku pasar berharap pemangkasan suku bunga The Fed. Namun, Dewan Eksekutif The Fed diperkirakan akan tetap menahan suku bunga pada posisi 4,5 persen.
Faktor lain yang mempengaruhi fluktuasi rupiah adalah konflik geopolitik yang kembali memanas di Gaza. Serangan brutal Israel ke wilayah itu telah menewaskan lebih dari 200 warga setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....