IHSG Berupaya Pulih, Pasar Berharap Suku Bunga BI Turun
- 19 Mar 2025 10:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pelaku pasar berharap Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan hari ini. Langkah BI ini dinilai akan memberikan sentimen positif pada pasar modal yang sedang berupaya pulih dan stabil kembali.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 3,84 persen (248,56) poin ke level 6.223 pad Selasa kemarin. Anjloknya IHSG hingga 6 persen membuat perdagangan sempat dihentikan di sesi pertama Selasa kemarin.
Penurunan IHSG disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp2,57 triliun. Saham yang paling dijual asing adalah masih didominasi saham perbankan yakni BBCA, BMRI, BBRI dan BBNI.
Baca Juga :
Perdagangan Sempat Dibekukan, IHSG Ditutup Anjlok 3,84 Persen
Rupiah Diperkirakan Terimbas Harga Emas Meroket
"Kami berharap akan ada langkah positif dari BI hari ini. Berupa pemangkasan BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen," kata Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto dalam analisisnya, Rabu (19/3/2025).
Menurutnya, pasar akan merespon positif apabila BI memangkas suku bunga hari ini. "Langkah itu akan turut membantu memulihkan kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini," ucap Rully.
Bank Indonesia akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada pukul 14.00 WIB siang ini. Hasil RDG akan menyampaikan asesmen BI terkait kondisi perekonomian dan yang ditunggu pasar kebijakan suku bunga acuan.
Sentimen negatif pemicu aksi jual di pasar saham Indonesia kemarin, tambah Rully, adalah faktor domestik. IHSG turun drastis ditengah sebagian besar indeks bursa-bursa saham Asia lainnya kemarin menguat.
Nikkei Jepang naik 1,2 persen, Straits Times Singapura naik 0,9 persen dan SENSEX India naik 1,5 persen. Secara umum, Rully menilai, kondisi ekonomi Indonesia cukup stabil, dengan inflasi yang rendah, bahkan deflasi di bulan Januari dan Februari 2025.
Surplus neraca perdagangan juga cukup lebar mencapai USD6,6miliar. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) masih cukup baik sepanjang tahun 2024 sebesar 5,03 persen.
Menurut Rully, penurunan IHSG sepanjang tahun 2025 lebih disebabkan l rendahnya optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 ini. Kecemasan pasar muncul karena serangkaian kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan isu mundurnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan.
"Tapi SMI kemarin telah menegaskan akan tetap berada di Kabinet Merah Putih. Penegasan itu diharapkan akan meredakan kekhawatiran pasar hari ini," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....