Dolar AS Kemungkinan Tertekan, Rupiah Berpeluang Menguat

  • 17 Mar 2025 10:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya di awal pekan ini karena tekanan yang dialami dolar AS. Dalam penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, rupiah naik 0,47 persen (78 poin) menjadi Rp16.350 per dolar AS.

"Dolar AS kemungkinan masih dibayangi sentiment negatif. Pasar berekspektasi kebijakan kenaikan tarif Trump bisa mendorong ekonomi AS mengalami resesi," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Senin (17/3/2025).

Baca Juga:

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Naik 78 Poin

Dalam Sepekan, Aliran Keluar Modal Asing Rp10,15 Triliun

IHSG Terpuruk 1,81 Persen dalam Sepekan

Pasar juga mencermati laporan survei tingkat keyakinan konsumen terbaru Amerika Serikat yang dirilis Jumat malam. "Laporan menunjukkan keyakinan konsumen menurun terhadap kondisi perekonomian AS ke depan," ucapnya.

Data Michigan Consumer Sentimen mencatat tingkat keyakinan konsumen di AS tercatat sebesar 57,9. Tingkat keyakinannya lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang sebesar 64,7.

Selain itu, data inflasi AS yang dirilis pekan lalu, menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Data inflasi konsumen AS bulan Februari 2024 tercatat 2,8 persen, sedangkan di bulan sebelumnya inflasi sebesar 3 persen.

"Inflasi yang lebih rendah ini membuka peluang pemangkasan suku bunga acuan lanjutan oleh Bank Sentral AS. Oleh karena itu ada peluang penguatan rupiah hari ini terhadap dolar AS," ujar Ariston.

Potensi penguatan rupiah ke arah area support di Rp16.200. Sedangkan potensi resisten di kisaran Rp16.400 per dolar AS.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....