Jelang Akhir Pekan, Rupiah Naik 78 Poin

  • 14 Mar 2025 17:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,47 persen (78 poin) menjadi Rp16.350 per dolar AS.

Rupiah menguat di tengah kondisi global masih diwarnai kekhawatiran akan dampai perang tarif perdagangan. Serta kondisi perekonomian dalam negeri yang mulai lesu.

“Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 200 persen pada minuman beralkohol Eropa. Ancaman itu sebagai balasan atas keputusan Uni Eropa mengenakan tarif 50 persen pada produk wiski Amerika,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Kamis (14/3/2025).

Baca Juga:

Perang Tarif Makin Panas, IHSG Kemungkinan Konsolidasi

Masyarakat Sudah Bisa Gunakan QRIS TAP untuk Bertransaksi

Pemerintah Ubah Skema Penyaluran Tunjangan untuk Guru

Tindakan Uni Eropa juga sebagai balasan atas kebijakan Trump yang mengenakan tarif 25 persen terhadap produk baja dan aluminium. Trump juga menyatakan akan memberlakukan tarif timbal balik ke seluruh dunia mulai tangga 2 April 2025.

“Sikap Trump memperburuk suasana hati para investor. Ditambah lagi data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi, akan mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed,” ucap Ibrahim.

The Fed akan melakukan pertemuan pada 18-19 Maret 2025 untuk membahas kebijakan suku bunga. Konsensus saat ini, mengantisipasi suku bunga tetap karena inflasi yang menurun dan perang dagang yang berlangsung.

Sementara di dalam negeri, Ibrahim mencermati tantangan lesunya perekonomian domestik. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh diremehkan.

“Kelesuan terlihat dari rasio tabungan masyarakat yang jatuh ke level terendah dibandingkan posisi sejak tahun 2021. Pada saat yang sama penghasilan masyarakat melemah yang berdampak pada daya beli,” ucap Ibrahim.

Kondisi ekonomi dikhawatirkan akan semakin memburuk dalam enam bulan ke depan. Lapangan kerja makin minum dan gelombang PHK di berbagai industri membuat keyakinan konsumen turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir.

“Bank terbesar di Singapura OCBC memperkirakan Produk Domestik Bruto Indonesia pada kuartal I-2025 hanya akan tumbuh 4,8 persen. Pertumbuhan ekonomi yang melambat, menurut OCBC, sebagai imbas dari efisiensi anggaran,” ujar Ibrahim menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....