Awal Pekan, Indeks Harga Saham Diperkirakan Terkoreksi
- 17 Mar 2025 08:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan saham hari ini diperkirakan masih landai dengan potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi. Pada akhir pekan kemarin IHSG ditutup turun 1,98 persen.
Penurunan IHSG disertai jual bersih (net sell) saham oleh investor asing sebesar Rp1,44 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, PTRO, BMRI, BBNI dan BBRI.
"IHSG hari ini masih berpotensi koreksi. Level support IHSG diperkirakan bergerak di rentang 6.340-6.470 sedangkan level resist di 6.550-6.600," kata Chief of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Senin (17/3/2024).
Baca Juga: IHSG Terpuruk 1,81 Persen dalam Sepekan
IHSG Ditutup Turun Disertai Aksi Jual Saham
Dalam Sepekan, Aliran Keluar Modal Asing Rp10,15 Triliun
Perkiraan IHSG terkoreksi di tengah bursa saham global yang cenderung menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan. Indeks saham di Wall Street, Amerika Serikat naik tajam karena kenaikan saham-saham teknologi.
Dow Jones Industrial Average melonjak 1,65 persen, S&P 500 melesat 2,13 persen, Nasdaq Composite meningkat 2,61 persen. Saham teknologi Nvidia naik lebih dari 5 perden, dan Tesla menguat hampir 4 persen.
Saham Meta Platforms menguat sekitar 3%, diikuti oleh kenaikan pada Amazon dan Apple. "Data ekonomi terbaru menunjukkan kepercayaan konsumen AS terus melemah akibat ketidakpastian tarif," ucap Fanny.
Pasar Asia-Pasifik menguat di tengah meningkatnya ancaman tarif Presiden AS Donald Trump. "Trump mengatakan dirinya tidak akan mengubah pikirannya pada kelompok tarif yang lebih luas yang akan diterapkan pada 2 April 2025," ujar Fanny.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,52 persen, Nikkei 225 Jepang menguat 0,72 persen, Topix naik 0,65 persen. Sedangkan, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,28 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 2,12 persen, Shanghai Composite naik 1,81 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....