Pasar Bersikap Hati-Hati, Rupiah Anjlok 72 Poin

  • 10 Mar 2025 16:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (10/3/2025) sore. Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,44 persen atau 72 poin menjadi Rp16.367 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelaku pasar masih bersikap hari-hati terhadap cara Donald Trump menerapkan kebijakan tarif. Sikap Presiden AS masih berubah-ubah terutama dalam menerapkan tarif impor 25 persen kepada produk-produk asal Meksiko dan Kanada.

Namun, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menegaskan Trump tetap teguh menerapkan tarif impor kepada Kanada, Meksiko, dan Tiongkok. "Tekanan itu dilakukan karena penanganan ketiga negara tersebut terhadap fentanil (obat penghilang nyeri/obat bius)," kata Ibrahim.

Baca juga: Dolar Melemah, Rupiah Diperkirakan Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Sementara perekonomian Tiongkok mengalami deflasi pada Februari 2025. Indeks harga konsumen terkontraksi 0,7 persen, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,4 persen.

Indeks harga produsen juga melambat menjadi 2,2 persen, meleset dari perkiraan pasar sebesar 2 persen. Pada saat bersamaan, Kongres Rakyat Nasional membahas strategi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pemberian stimulus yang lebih kuat.

Dari dalam negeri, posisi cadangan devisa Indonesia per Februari 2025 turun menjadi USD154,5 miliar dari bulan sebelumnya. "Penurunan cadangan devisa dipengaruhi pembayaran utang luar pemerintah dan stabilisai nilai tukar rupiah," ucap Ibrahim

Cadangan devisa itu setara pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jumlah cadangan devisa itu juga di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Namun, Bank Indonesia (BI) menyatakan cadangan devisa tersebut masih mampu mendukung ketahanan eksternal. Selain itu dapat menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di dalam negeri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....