Akhir Pekan, Rupiah Menguat ke Rp16.249 per USD
- 07 Mar 2025 16:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS atau USD dalam penutupan perdagangan akhir pekan ini. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah naik 0,28 persen (45 poin) menjadi Rp16.294 per dolar AS.
Menurut Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, rupiah menguat karena dolar sedang terpukul oleh kekhawatiran melambatnya perekonomian Amerika Serikat. “Kekhawatiran melambatnya perekonomian AS meningkat akibat ketidakpastian yang dipicu kebijakan tarif Trump,” kata Ibrahim, Jumat (7/3/2025).
Ketidakjelasan arah ekonomi AS juga membuat The Fed kemungkinan akan menahan suku bunganya. Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic pada Kamis kemarin berkomentar bahwa Trump telah mengaburkan prospek ekonomi AS.
Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat Akibat Pelemahan Dolar AS
“Data penggajian tenaga kerja non-pertanian yang akan dirilis hari Jumat ini diharapkan memberi petunjuk terkait kondisi ekonomi. Sementara pasar tenaga kerja sejauh ini masih kuat, tanda-tanda pelemahan akan semakin merusak sentimen terhadap ekonomi AS,” ucap Ibrahim.
Baca Juga: Bea Cukai Rilis Desain Baru Pita Cukai 2025
Sementara di Tiongkok, data ekspor dan impornya mengalami penurunan pada Januari dan Februari. Ekspor yang melemah menunjukkan adanya hambatan tarif perdagangan dari pemerintahan Trump di AS.
Di dalam negeri, Ibrahim melihat pelaku pasar merespon positif pernyataan pemerintah bahwa harga pangan pokok stabil. Meski ada ancaman cuaca ekstrim yang bisa mengganggu panen sejumlah komoditas sehingga pasokan berpotensi berkurang.
Baca Juga: BI Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi dan Sistem Keuangan
“Pemerintah bersama pelaku usaha berusaha menjaga harga pangan di tingkat konsumen. Harga diupayakan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) untuk menjaga inflasi tetap terkenali,” kata Ibrahim menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....