BI Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi dan Sistem Keuangan

  • 05 Mar 2025 20:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan menjadi fokus Bank Indonesia (BI) untuk menghadapi meningkatnya ketidakpastian global. Karena itu, BI menerapkan kebijakan makroprudensial longgar dan sinergi bauran kebijakan nasional.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Juda Agung, pada peluncuran buku 'Kajian Stabilitas Keuangan Nomor 44' (KSK44) di Jakarta, Rabu (5/3/2025). "Tujuannya untuk mendorong penyaluran kredit perbankan melalui penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM)," ujarnya.

Baca juga: BI Resmi Buka Layanan Penukaran Uang bagi Masyarakat

Menurut Juda Agung, BI melakukan penguatan KLM mulai 1 April 2025. KLM yang sebelumnya ditetapkan 4 persen dari dana pihak ketiga (DPK) kini ditingkatkan menjadi 5 persen.

"Sehingga ada potensi tambahan likuiditas lebih dari Rp80 triliun," ujarnya. Dengan demikian total KLM bakal menjadi Rp375 triliun.

Kebijakan KLM bertujuan mendorong kredit perbankan kepada sektor riil yang memiliki daya ungkit tinggi dalam penciptaan lapangan kerja. Hal ini pun sejalan dengan program Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Dukungan kebijakan makroprudensial juga dilakukan melalui sinergitas BI dengan kebijakan kementerian dan Lembaga," ujar Juda. Ini difokuskan pada dua sektor utama yaitu perumahan dan pertanian, termasuk hilirisasi dan ketahanan pangan.

Buku KSK 44 menyebutkan stabilitas sistem keuangan 2024 tetap terjaga dan mendukung kinerja ekonomi sehingga tetap bertumbuh. Sementara tingkat inflasi terjadi pada kisaran 2,5±1 persen dengan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga.

Intermediasi perbankan juga tumbuh didukung faktor penawaran dan minat penyaluran kredit. Perbankan dan industri keuangan non-bank juga memiliki kapasitas cukup untuk menyalurkan pembiayaan.

"Peluncuran buku KSK diharapkan menjadi referensi untuk memahami kondisi terkini stabilitas sistem keuangan Indonesia," kata Juda. Sehingga dapat dilakukan langkah mitigasi, membangun kepercayaan pelaku sektor keuangan, serta membentuk transparansi dan akuntabilitas BI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....