BI: Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD154,5 Miliar
- 07 Mar 2025 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Posisi cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan pada bulan Februari 2025. Laporan Bank Indonesia (BI) mencatatkan sejumlah faktor yang menyebabkan turunnya cadangan devisa.
Berdasarkan laporan BI, cadangan devisa pada akhir Februari 2025 sebesar USD154,5 miliar. Jumlahnya menurun dibandingkan posisi cadangan devisa bulan Januari sebesar USD156,1 miliar.
"Penurunan dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Stabilisasi merupakan respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (7/3/2025).
Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat Akibat Pelemahan Dolar AS
Baca Juga: Bea Cukai Rilis Desain Baru Pita Cukai 2025
Baca Juga: Ekspor Barang Perhiasan Indonesia Capai USD5,5 Miliar
Cadangan devisa Februari setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, jumlahnya berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
BI menyebut cadangan devisa hingga Februari mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. "Ke depan, BI memandang posisi cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal," ucap Denny.
Menurut BI, ekspor akan tetap positif dan neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus. Sementara persepsi investor terhadap prospek perekonomian nasional juga positif.
"Imbal hasil investasi yang menarik, juga mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal. Ke depan, BI akan terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Denny menutup penjelasannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....