Dolar AS Makin Lemah, Rupiah Melesat Jadi Rp16.312
- 05 Mar 2025 17:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai mata uang rupiah terus menguat seiring makin melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,81 persen (132 poin) menjadi Rp16.312 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (5/3/2025).
Pelaku pasar masih mencermati kelanjutan kebijakan Donald Trump, karena Presiden AS itu berencana memberlakukan tarif lebih ketat. "Kemungkinan dia akan menyampaikan rencana itu selama pidatonya di Kongres," kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi.
Menurut dia, kebijakan Trump termasuk tarif timbal balik akan berdampak pada perekonomian di kawasan. Termasuk yang berorientasi ekspor seperti Korea Selatan, Australia, Taiwan, dan Singapura.
"Namun, pasar sedikit lega setelah mendengar pernyataan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick," ujarnta. Lutnick mengatakan Trump kemungkinan terbuka untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Kanada dan Meksiko.
Baca juga: Rupiah Diperkirakan Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Begini Penyebabnya
Sementara itu, Tiongkok mengumumkan serangkaian tindakan balasan yang menargetkan impor pertanian dari AS. Beijing tidak tinggal diam setelah pengenaan tarif 20 persen oleh Washington mulai berlaku Selasa (4/3/2025).
Pada saat yang sama, pelaku pasar berharap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok mengumumkan lebih banyak stimulus ekonomi. Negara itu menetapkan target pertumbuhan ekonomi lima persen pada 2025 dan peningkatan belanja fiskal.
"Ini adalah tahun ketiga Tiongkok mempertahankan pertumbuhan ekonomi 5 persen," ujar Ibrahim. Menurut dia, pemerintah negara itu menjanjikan langkah-langkah peningkatan konsumsi swasta pada beberapa bulan mendatang.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Dokumen yang sudah berlaku sejak 10 Februari 2025 itu memuat berbagai target pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Target pendapatan negara dipatok 13,7-18 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2029. Sedangkan belanja negara ditargetkan sebesar 16,20-20,5 persen terhadap PDB 2029.
Defisit APBN diperkirakan minus 2,45 persen sampai plus 12,5 persen terhadap PDB 2029. Sementara stok utang pemerintah diperkirakan sebesar 39,01-39,10 persen terhadap PDB 2029.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....