Rupiah Kembali Tertekan Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan
- 27 Feb 2025 10:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah kembali tertekan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (27/2/2025). Nilai tukar rupiah tercatat turun 0,18 persen atau 29,5 poin menjadi Rp16.410 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Rabu (26/2/2025), rupiah turun tipis 0,06 persen (9 poin) ke posisi Rp16.380 per dolar AS. "Kondisi indeks dolar AS pagi ini lebih tinggi dibandingkan kemarin," kata analis pasar uang, Ariston Tjendra, Kamis (27/2/2025).
Baca juga: Rupiah Turun Jadi Rp16.380 per Dolar AS
Indeks dolar AS Kamis (27/2/2025) pagi terpantau berada di level 106,56. Sedangkan sehari sebelumnya, indeks dolar AS mencapai level 106,27.
"Pasar masih mengantisipasi kebijakan tarif (Presiden AS) Donald Trump dan konsekuensinya terhadap pertumbuhan ekonomi global," ujarnya. Menurut Ariston, secara keseluruhan pasar memandang negatif kebijakan tersebut yang berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi global.
Ini ditambah data-data indikator perumahan AS per Februari 2025 yang lebih rendah dari sebelumnya. Jumlah izin pembangunan rumah (building permit) yang dikeluarkan turun dari 1,48 juta menjadi 1,47 juta unit.
Kemudian penjualan rumah baru juga turun 10,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. "Tingginya suku bunga kredit membuat permintaan kredit rumah turun," ucapnya.
Ariston memperkirakan rupiah masih akan terus melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (27/2/2025) ini. Menurut dia, rupiah akan bergerak ke arah Rp16.400-Rp16.430 dengan potensi support di kisaran Rp16.300 per dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....