Perdagangan Saham Diperkirakan 'Rebound' Setelah Anjlok 2,41 Persen

  • 26 Feb 2025 10:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Analis pasar modal memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berbalik naik (rebound) dalam perdagangan hari ini. Saat penutupan perdagangan Selasa kemarin, IHSG turun cukup dalam 2,41 persen ke level 6.587.

Penurunan IHSG kemarin disertai net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp1,63 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, TLKM, dan UNTR.

"IHSG hari ini berpotensi teknikal rebound setelah kemarin terkoreksi cukup dalam. IHSG kemungkinan akan bergerak di level support antar 6.525-6.550 dan level resist antara 6.600-6.700," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu (26/2/2025).

Baca juga: BEI Luncurkan Foreign Index Futures, Pilihan Investasi Baru

Investor Tak Mau Ambil Risiko, Rupiah Kembali Turun

Bursa saham global pada Selasa kemarin mayoritas turun akibat kebijakan-kebijakan Trump. Saham di Wall Street, Amerika Serikat, indeks S&P 500 dan Nasdaq anjlok masing-masing 0,47 persen dan 1,3 persen.

"Dua indeks itu amblas imbas rencana pembatasan ekspor chip AS ke Tiongkok. Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global menjadi faktor utama tekanan pasar," ujar Fanny.

Pasar semakin tertekan setelah survei kepercayaan konsumen dari Conference Board menunjukkan hasil jauh di bawah ekspektasi. Sisi lain, panduan keuangan dari Walmart juga menambah kekhawatiran terhadap daya beli konsumen dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

"Saham perbankan utama di AS juga mengalami tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran resesi. Goldman Sachs, Wells Fargo, dan JPMorgan Chase masing-masing turun lebih dari satu persen," ucap Fanny.

Bursa Asia kompak turun pada Selasa kemarin di tengah pembatasan investasi AS ke Tiongkok. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,39 persen dan Topix Jepang terkoreksi 0,43 persen.

Shanghai Composite merosot 0,80 persen dan Taiex Taiwan turun 1,19 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong terdepresiasi 1,32 persen, melanjutkan pelemahan sejak hari Senin.

"Pelemahan perdagangan saham di bursa Asia turun setelah Presiden Trump menandatangani perintah pembatasan investasi Tiongkok. Utamanya di sektor strategis seperti chip, kecerdasan buatan (AI), dan dirgantara," kata Fanny menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....