Investor Tak Mau Ambil Risiko, Rupiah Kembali Turun
- 25 Feb 2025 17:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (25/2/2025). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,57 persen atau 93 poin menjadi Rp16.371 per dolar AS.
Analis pasar uang, Lukman Leong, mengatakan rupiah dan mata uang regional pada umumnya turun karena sentimen 'risk off'. Istilah ini mengacu pada situasi di mana investor tidak ingin mengambil risiko dan cenderung memilih investasi berisiko rendah.
Selain rupiah, mata uang ringgit Malaysia turun 0,29 persen dan baht Thailand melemah 0,58 persen. Penurunan juga dialami peso Filipina (0,19 persen) dan yuan Tiongkok (0,22 persen), sementara yen Jepang naik 0,23 persen.
Baca juga: Indeks Dolar Naik, Rupiah Diperkirakan Berbalik Melemah
Presiden AS Donald Trump tetap memberlakukan kebijakan tarif terhadap Kanada dan Meksiko setelah ditangguhkan selama sebulan. Dia juga menegaskan akan tetap membatasi investasi dan penjualan chip ke Tiongkok.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung menghindari risiko (risk off). Ini bukan hanya melanda pelaku pasar uang, tetapi juga investor di pasar modal.
"Sentimen risk off di pasar ekuitas disebabkan penurunan peringkat MSCI saham Indonesia," ujar Lukman. MSCI merupakan indeks saham dan obligasi yang menjadi acuan para investor untuk melacak kinerja pasar saham.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....