Faktor Eksternal Jadi Sentimen Positif Penguatan Rupiah
- 24 Feb 2025 16:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (24/2/2025). Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,21 persen atau 35 poin menjadi Rp16.278 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan faktor eksternal seperti pelemahan dolar AS berkontribusi besar terhadap penguatan rupiah. Sebaliknya, pasar tidak terlalu bereaksi pada faktor internal seperti peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
"Dolar AS terus turun karena meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap melemahnya belanja swasta di negara itu," ujarnya. Hal ini seiring dengan tingkat inflasi dan suku bunga yang masih relatif tinggi di AS.
Baca juga: Dolar AS Sedang Tertekan, Analis: Rupiah Berpeluang Menguat
Januari 2025, Peredaran Uang Kode M2 Rp9.232,8 Triliun
Kekhawatiran itu muncul menyusul rilis Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor jasa AS yang di bawah ekspektasi. Hal serupa terjadi pada tingkat sentimen konsumen dan penjualan ritel yang melambat pada Januari 2025.
Menurut Ibrahim, pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik seperti pembicaraan penyelesaian konflik Rusia-Ukraina antara pejabat AS dan Rusia. Sedangkan dari Timur Tengah, Israel dan Hamas masih saling tuduh terkait terjadinya pelanggaran selama gencatan senjata.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati peresmian BPI Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara mengatakan dana awal yang akan dikelola lembaga ini berasal dari efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.
"Presiden Prabowo mengatakan Danantara akan mengelola dana Rp300 triliun untuk dialokasikan pada 20 proyek nasional," ujarnya. Tujuannya untuk mendorong industrialisasi dan hilirisasi di negara ini.
Gelombang pertama investasi Danantara akan difokuskan pada hilirisasi mineral seperti nikel, bauksit, dan tembaga. Kemudian pada pembangunan pusat data, pengembangan kecerdasan buatan, serta pembangunan kilang minyak hingga energi terbarukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....