Minim Sentimen Positif, IHSG Diperkirakan Masih Rentan Terkoreksi
- 24 Feb 2025 09:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Tim Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyatakan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rentan terkoreksi. Setelah paada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG naik tipis 0,3 persen ke level 6.803.
Menurut Tim Mirae, penguatan IHSG pada Jumat kemarin dipengaruhi kenaikan harga saham-saham spekulatif. Diantaranya saham DCII, BREN dan TPIA.
“Di sisi lain, aliran keluar modal asing dari pasar saham Indonesia masih cukup deras. Dalam tiga hari berturut-turut terjadi aliran keluar modal asing sebesar Rp2,6 triliun,” kata Tim Mirae, Senin (24/2/2025).
Baca Juga:
Akhir Pekan, Saham Sektor Teknologi Dorong ‘Rebound’ IHSG
BEI Catat IHSG Naik 2,48 Persen dalam Sepekan
Mendag Busan: Rasio Wirausaha di Indonesia Masih Rendah
Saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya di sektor perbankan mengalami pelemahan. Antara lain saham BMRI, BBNI dan BBRI, masing-masing turun sebesar 1,5 persen, 3,6 persen, dan 0,5 persen.
“Pergerakan IHSG masih rentan karena minimnya sentimen positif. Selain itu, kecenderungan aksi jual asing masih berlanjut,” ujar Tim Mirae.
Tim Mirae Asset Sekuritas Indonesia juga mencermati peresmian pembentukan BPI Danantara hari ini yang dinilai menjadi awal kondolidasi BUMN. Padahal, masih banyak sentimen negatif terutama saham-saham bank BUMN yang mengalami aksi jual beberapa hari berturut-turut.
“Kami menilai potensi volatilitas pasar masih tinggi selama sepekan ke depan. Perkembangan pasar global juga cenderung beragam di tengah turunnya imbal hasil obligasi AS (US Treasury),” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....