Analis: Rupiah Berisiko Melemah Akibat Ketidakpastian Perang Dagang
- 06 Feb 2025 11:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.309 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini. Nilai tukar rupiah melemah dibandingkan saat penutupan perdagangan pada Rabu kemarin di posisi Rp16.292 per dolar AS.
"Penguatan rupiah dalam dua sesi terakhir didukung oleh meredanya kekhawatiran perang dagang. Tapi, kelihatannya penguatan rupiah dan mata uang emerging market lainnya tidak akan berlanjut," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Kamis (6/2/2025).
Baca Juga :
Rupiah Lanjutkan Penguatan Jadi Rp16.292 per Dolar AS
Menko Perekonomian Nilai Perekonomian Indonesia Masih Solid
Lukman melihat ketidakpastian kedepan akan kebijakan Trump akan meredam sentimen investor. Baik kebijakan Trump di bidang ekonomi, maupun kebijakan politiknya.
Lukman juga mengatakan, pengenaan tarif impor untuk Kanada dan Meksiko, hanya penundaan, bukan dibatalkan. "Jadi semuanya akan kembali menjadi beban ketika deadline 30 hari semakin dekat," ucapnya.
Sementara di dalam negeri, Lukman menilai, laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia kemarin, imbasnya netral. Tidak tidak terlalu menekan maupun mendukung rupiah, karena faktor Amerika Serikat masih sangat mendominasi.
"Rupiah dan mata uang regional lainnya terpantau melemah pada sesi pagi tadi. Rupiah diperkirakan akan sulit rebound (berbalik menguat) mengingat investor masih mengantisipasi rilis data ekonomi lainnya," ujar Lukman.
Di antara data penting yang ditunggu pasar adalah data penggajian pekerja non-pertanian (Non-Farm Payroll) di AS. Serta rilis data cadangan devisa yang akan diumumkan Bank Indonesia besok.
Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak ke arah penguatan Rp16.250. Sedangkan potensi pelemahan ke arah Rp16.350 per dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....