Sikap Kontraktif The Fed Terus Lemahkan Rupiah
- 30 Jan 2025 16:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga penutupan perdagangan Kamis (30/1/2025). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,22 persen atau 35 poin ke posisi Rp16.256 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan investor mencerna sikap kontraktif The Fed yang tidak mengubah suku bunga seperti diharapkan. "The Fed hanya memberi sedikit petunjuk untuk kembali mengurangi biaya pinjaman pada tahun ini," ujarnya
Baca juga: Hasil Rapat The Fed Ditengarai Sebabkan Rupiah Melemah
Kamis (30/1/2025) dinihari WIB, The Fed mengumumkan keputusannya mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25-4,50 persen. Sambil menahan suku bunga, The Fed tengah mencermati perkembangan inflasi, data pekerjaan, serta dampak kebijakan Presiden Donald Trump.
Selain suku bunga dan prospek menguatnya dolar, mata uang Asia menghadapi tekanan karena ketidakpastian kebijakan tarif Pemerintah AS. Howard Lutnick, calon Menteri Perdagangan AS, telah menyarankan Trump untuk mengejar tarif menyeluruh kepada setiap negara.
Miliarder di Wall Street itu mendorong kebijakan tarif untuk memulihkan "timbal balik" dalam hubungan perdagangan AS. Sebelumnya Trump sudah mengisyaratkan pengenaan tarif perdagangan pada Tiongkok, Kanada dan Meksiko.
Di dalam negeri, Ibrahim mencermati kinerja 100 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Terutama dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi melalui berbagai kebijakan strategis.
Pemerintah mengambil langkah reformasi subsidi energi, penguatan cadangan pangan, diversifikasi konsumsi pangan local, dan peningkatan efisiensi distribusi pangan. "Kebijakan itu diharapkan berdampak positif pada perekonomian Indonesia, khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Salah satu langkah strategis pemerintah yaitu reformasi subsidi energi dimulai dengan mengevaluasi skema subsidi bahan bakar. Subsidi LPG tidak akan diubah, sementara detail mengenai subsidi bahan bakar dan listrik masih dalam perhitungan.
"Tujuannya untuk mengurangi beban subsidi yang mencapai sekitar 16 persen dari pengeluaran anggaran tahun sebelumnya," ucap Ibrahim. Rencananya, subsidi akan dialihkan menjadi bantuan tunai langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....