IHSG Dibuka Menguat 0,29 Persen pada Sesi I Perdagangan
- 11 Agt 2026 09:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka menguat 0,29 persen ke level 6.383,81 pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026.
- Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways di kisaran 6.300-6.450 karena investor masih wait and see.
- Investor asing mencatat net sell Rp875,51 miliar, sementara pasar mencermati kenaikan harga minyak dan data inflasi AS.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada di level 6.383,81 atau naik 18,43 poin (0,29 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.
IHSG diprakirakan bergerak terbatas karena pelaku pasar masih bersikap wait and see terhadap sejumlah isu dan data ekonomi. “Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways (stagnan) pada kisaran 6.300-6.450,” kata Tim Phintraco Sekuritas, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pada perdagangan Senin, IHSG ditutup melemah 0,69 persen ke level 6.365 setelah sempat menguat pada awal perdagangan. Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia dinilai belum mampu mendorong penguatan IHSG.
Dari dalam negeri, pasar turut mencermati penurunan Indeks Keyakinan Konsumen menjadi 116,8 pada Juli 2026. Meski turun tiga bulan berturut-turut, indeks tersebut masih berada di zona optimistis.
“Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden tidak mampu mendorong penguatan indeks di penutupan perdagangan. Namun IKK di atas level 100 tetap berada di zona optimis, menunjukkan keyakinan konsumen masih positif meski menurun,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, penjualan sepeda motor pada Juli 2026 meningkat 8,3 persen secara tahunan menjadi 636 ribu unit. Angka tersebut menjadi level tertinggi sejak Oktober 2014 dan menunjukkan penguatan konsumsi domestik.
“Angka bulan Juli merupakan level tertinggi sejak Oktober 2014, di tengah meredanya tekanan inflasi. Sehingga penjualan sepeda motor tumbuh 2 persen secara tahunan mencapai 3,77 juta unit pada periode Januari-Juli 2026,” ujar Tim Phintraco.
Sementara itu, investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp875,51 miliar pada perdagangan Senin. Saham yang paling banyak dilepas asing meliputi TPIA, BMRI, TLKM, ASII, dan BBRI.
Dari eksternal, pelaku pasar mencermati kenaikan harga minyak mentah dunia sekitar lima persen. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya keraguan terhadap kesepakatan Amerika Serikat dan Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Pasar juga menantikan data inflasi Amerika Serikat untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed. Perhatian tersebut meningkat setelah data tenaga kerja nonpertanian menunjukkan pelemahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....