Rupiah Keluar dari Tekanan Dolar, Naik 12 Poin
- 20 Jan 2025 17:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah berhasil keluar dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS) yang ditandai penguatan rupiah pada penutupan perdagangan Senin (20/1/2025). Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,08 persen atau 12 poin menjadi Rp16.367 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan pengaruh Donald Trump masih mewarnai pergerakan rupiah terhadap dolar. Ini ditambah rasa optimistis Presiden Prabowo Subianto akan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada masa pemerintahannya.
"Trump berencana menandatangani sejumlah perintah eksekutif yang jumlahnya memecahkan rekor dibandingkan saat dia menjabat sebelumnya," ujarnya. Beberapa di antaranya terkait pengenaan tarif perdagangan yang tinggi terhadap Tiongkok.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah dan Berisiko Terus Tertekan Dolar
Santer diberitakan jika Trump akan mengenakan tarif bea masuk hingga 60 persen untuk produk-produk Tiongkok. Tarif perdagangan tinggi disebut-sebut juga akan dikenakan kepada Kanada dan Meksiko.
"Bagi Tiongkok, kebijakan Trump itu akan berdampak besar pada perekonomiannya," ucap Ibrahim. Karena itu, menurut dia, Beijing kemungkinan akan menggulirkan stimulus ekonomi yang besar.
Untungnya, perekonomian Tiongkok pada triwulan IV 2024 tumbuh sesuai ekspektasi sebesar 5 persen. Ini menunjukkan stimulus yang digelontorkan sebelumnya memberi dampak positif kepada perekonomian negara itu.
Di dalam negeri, Ibrahim mencermati rasa optimistis Presiden Prabowo Subianto terhadap target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Meskipun banyak pihak merasa pesimistis target setinggi itu bisa tercapai.
Namun, Presiden Prabowo menilai pesimisme itu merupakan kelemahan kalangan elit politik. "Kepala Negara menyatakan percaya pada hitungan ilmiah asal kalkulasinya masuk akal," ujarnya.
Menurut Ibrahim, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen harus ditopang konsumsi masyarakat yang meningkat. Ditambah lagi dengan masuknya investor asing, terbukanya lapangan kerja yang luas, serta terjaganya kelompok masyarakat kelas menengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....