Rupiah Berpeluang Menguat Setelah Rilis Data Inflasi AS
- 23 Des 2024 10:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah diperkirakan berpeluang menguat melihat pergerakan indeks dolar AS hari ini. Pada Jumat akhir pekan kemarin, rupiah menguat 0,56 persen (91 poin) ke posisi Rp16.221 per dolar AS.
"Pagi ini Indeks dolar AS bergerak bergerak di bawah pergerakan Jumat pagi di posisi 107,80. Pada akhir pekan sebelumnya indeks dolar AS di posisi 108,40," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Senin (23/12/2024).
Baca Juga:
Rupiah Berhasil Menguat 91 Poin di Akhir Pekan
Akhir Pekan, IHSG Kembali ke Zona Hijau
Penurunan indeks dolar, menurut Ariston, terjadi setelah rilis data indikator inflasi Amerika Serikat pada Jumat malam. Secara bulanan, Core Price Consumption Expenditures (PCE) Index November 2024 tercatat sebesar 0,1 persen.
"Angkanya di bawah kenaikan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,3 persen. Reaksi dolar AS terhadap hasil data inflasi AS ini bisa berdampak pada penguatan rupiah hari ini," ucap Ariston.
Core PCE Index adalah Indeks Harga Belanja Personal Inti, yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen untuk konsumsi. Tetapi tidak memasukkan harga makanan dan energi.
Ariston juga mencermati perkembangan di dalam negeri terkait kebijakan PPN 12 persen, terutama komentar negatif terhadap kebijakan kenaikan PPN.
"Komentar negatif menyebutkan kenaikan PPN berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. Hal ini bisa menjadi sentimen negatif untuk pergerakan rupiah hari ini," ucapnya.
Ariston memperkirakan, potensi penguatan rupiah hari ini ke kisaran Rp16100. Sedangkan potensi resisten di kisaran Rp16.200 per dolar AS.
Analis pasar uang lainnya, Lukman Leong juga mengatakan isu PPN 13 persen akan berpengaruh negatif pada investor. "Meski demikian untuk saat ini faktor eksternal yang lebih dominan mempengaruhi pergerakan dolar AS dan rupiah," kata Lukman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....