Rupiah Berhasil Menguat 91 Poin di Akhir Pekan

  • 20 Des 2024 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Setelah turun tajam pada Kamis (19/12/2024) kemarin, rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan sore ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,56 persen (91 poin) ke posisi Rp16.221 per dolar AS.

"Investor gelisah terkait pemangkasan suku bunga tahun 2025 yang lebih sedikit. The Fed mengisyaratkan akan mengambil jalur penurunan suku bunga yang lambat, dengan hanya dua kali penurunan pada 2025," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Jumat (20/12/2024).

Menurut Ibrahim, pasar mengharapkan empat kali penurunan. Pelaku pasar sekarang memperkirakan hanya satu kali penurunan seperempat poin pada 2025.

"Data produk domestik bruto yang dirilis pada Kamis menunjukkan ekonomi AS pada kuartal ketiga, tumbuh lebih cepat. Data lain menunjukkan, klaim awal pengangguran menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja sedang terjadi," ujar Ibrahim.

Para investor kini tengah menunggu rilis data indeks harga belanja personal (PCE). Indeks ini menjadi pilihan The Fed untuk mendapatkan wawasan prospek ekonomi AS.

Di Asia, Bank Rakyat Tiongkok tidak mengubah suku bunga acuan pinjaman pada hari Jumat. Keputusan ini tidak seperti yang diharapkan secara luas.

Bank Sentral Tiongkok dinilai memiliki ruang gerak terbatas untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Kondisi itu disebabkan oleh pelemahan mata uang yuan yang berkelanjutan.

"Kebijakan moneter yang longgar memberikan dukungan terbatas bagi ekonomi Tiongkok selama setahun terakhir. Beijing diperkirakan akan meningkatkan belanja fiskal pada tahun mendatang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ucap Ibrahim.

Di dalam negeri, Ibrahim mencermati optimisme Bank Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan. Pertumbuhan didukung oleh permintaan domestik dan investasi, ditopang oleh penyelesaian berbagai proyek strategis nasional (PSN) dan investasi swasta.

"Konsumsi pemerintah juga lebih tinggi seiring kenaikan aktivitas belanja pemerintah pada akhir tahun. Sementara konsumsi rumah tangga tetap tumbuh didorong oleh keyakinan konsumen dan dampak positif Pilkada di berbagai daerah," kata Ibrahim, menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....