BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Rupiah Berisiko Melemah
- 18 Des 2024 09:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah masih berisiko melemah dalam perdagangan hari ini melihat indeks dolar AS yang kembali naik. Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, potensi pelemahan juga ada karena Bank Indonesia (BI) diperkirakan menahan suku bunga.
Rupiah melemah pada penutupan perdagangan Selasa kemarin. Rupiah sudah turun 0,62 persen (99 poin) ke posisi Rp16.100 per dolar AS.
"Pergerakan indeks dolar pagi ini mengalami kenaikan menjadi 106,92, dibandingkan pagi sebelumnya sebesar 106,77. Artinya dolar AS memang masih menguat dibandingkan nilai tukar mata uang lainnya," katanya, Rabu (18/12/2024).
Baca juga: Rupiah Makin Melemah ke Rp16.100 per Dolar AS
Pasar Tunggu Kepastian Suku Bunga, IHSG Berisiko Melemah
Ariston menambahkan, data penjualan ritel Amerika Serikat bulan November secara bulanan tercatat 0,7 persen. Angkanya lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,5 persen.
"Artinya ekonomi Amerika Serikat masih bagus, sektor ritel masih menopang pertumbuhan. Hasil ini menambah ekspektasi The Fed bisa saja tidak memangkas suku bunganya dalam waktu lebih lama sesudah Desember," ucapnya.
Ia melihat, kondisi itu yang mendorong penguatan dolar AS. Satu sisi, Bank Indonesia akan mengumumkan suku bunga kebijakannya.
"Kemungkinan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya, meskipun The Fed akan memangkas suku bunganya dinihari nanti. Pelemahan rupiah belakangan ini bisa menjadi alasan untuk menahan suku bunga acuan BI," ujar Ariston.
Dia juga mencermati soal pemeriksaan dan penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke BI. "Kasusnya tidak berkaitan dengan urusan kebijakan moneter, tapi sedikit banyak bisa mengganggu konsentrasi BI untuk mengelola kebijakannya," katanya.
Baginya, pemeriksaan KPK terhadap BI, bisa memberikan sentimen negatif ke rupiah, paling tidak hingga permasalahannya jelas. Rupiah pun kemungkinan masih bergerak di atas Rp16 ribu per dolar AS.
"Dengan potensi pelemahan rupiah ke arah Rp16.100. Adapun level support di sekitar Rp16.000 per dolar AS," ucap Ariston.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....