Pasar Tunggu Kepastian Suku Bunga, IHSG Berisiko Melemah
- 18 Des 2024 08:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan di bursa saham hari ini diperkirakan masih akan lesu. Sehingga penurunan Indeks Harga Saham Gabungan kemungkinan masih akan berlanjut.
IHSG kemarin kembali ditutup melemah 1,39 persen disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing. Saham yang paling banyak di jual oleh asing adalah BBRI, BBCA, BBNI, ADRO, dan UNTR.
"IHSG hari ini berpotensi melanjutkan pelemahan dengan uji level support di 7,118. Pelaku pasar menunggu pengumuman suku bunga The Fed dan BI rate yang yang akan diumumkan hari ini," kata Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana dalam analisisnya, Rabu (18/12/2024).
Baca Juga : Rupiah Makin Melemah ke Rp16.100 per Dolar AS
Ekspektasi Suku Bunga Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
Menurut Lutfi, BI diproyeksikan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di enam persen. "Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di level support dengan rentang 7.118-7.100 dan level resist 7.195-7.215," ucap Lutfi.
Bursa global, tambah Lutfi, juga cenderung melemah pada penutupan perdagangan Selasa kemarin. Indeks utama di Wall-Street turun, Dow Jones bahkan mengalami penurunan terpanjang sejak 1978.
"Dow Jones Industrial Average mencatatkan sejarah karena mengalami penurunan selama sembilan hari berturut-turut. Ini merupakan streak terpanjang sejak 1978," kata Lutfi lagi.
Dow Jones tercatat turun 0,61 persen, S&P 500 turun 0,39 persen dan Nasdaq Composite turun 0,32 persen. Menurut Lutfi, penurunan tersebut dipengaruhi oleh rotasi sektor, di mana investor mulai beralih ke saham teknologi.
"Investor mulai menjauhi saham-saham sektor ekonomi, yang sebelumnya naik signifikan pasca terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden AS. Selain itu, salah satu faktor kekhawatiran pasar adalah keputusan suku bunga yang akan diumumkan oleh The Fed," ujar Lutfi.
Pelaku pasar, tambahnya, memperkirakan kemungkinan 95 persen untuk pemangkasan suku bunga The Fed, sebesar 25 basis poin. Namun, ada kekhawatiran di kalangan investor dan ekonom kebijakan itu memicu bubble di pasar saham atau memperburuk inflasi.
Bursa saham di pasar Asia-Pasifik juga mayoritas melemah pada perdagangan Selasa, mengikuti pergerakan saham di Wall Street. Saat ini, investor bursa Asia juga tengah menanti keputusan The Fed.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....