Data Tenaga Kerja AS Membuat IHSG Berisiko Melemah

  • 06 Des 2024 09:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Analis Pasar Saham, Fanny Suherman mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berisiko melemah di akhir pekan ini. Ia menilai, risiko itu muncul akibat data tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup turun 0,18 persen ke level 7.313 pada Kamis pekan ini. Penurunan IHSG disertai dengan net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp359 miliar.

"IHSG hari ini akan mencoba tes support ( level terendah) di 7.250. Pergerakan IHSG yang menurun dipengaruhi oleh data klaim pengangguran di Amerika Serikat yang naik di atas ekspektasi," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas tersebut, Jumat (6/12/2024).

Baca juga: IHSG Ditutup Turun Tertekan Saham Sektor Finansial

BEI Tekankan Edukasi Sebelum Investasi di Pasar Modal

Berdasarkan ekspektasi, ekonomi AS diperkirakan menambah 214 ribu pekerjaan pada November 2024. "Data ini diperkirakan memberikan petunjuk penting bagi keputusan suku bunga The Fed dalam pertemuan kebijakan Desember," ucap Fanny.

Ketua The Fed Jerome Powell menyebut, ekonomi AS cukup kuat. Hal ini memungkinkan bank sentral mengambil langkah hati-hati terhadap penurunan suku bunga.

Powell menekankan, pasar tenaga kerja membaik, dan risiko penurunan di sektor ini tampaknya lebih kecil. Pertumbuhan ekonomi pun lebih kuat dari perkiraan The Fed, sementara inflasi sedikit lebih tinggi.

"Kabar baiknya adalah kami dapat bertindak lebih hati-hati. Pada saat yang sama mencoba menemukan keseimbangan,” ujar Powell.

Bursa saham Amerika Serikat kompak turun di saat pelaku pasar menantikan rilis data penting pada Kamis kemarin. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data penciptaan tenaga kerja baru di sektor non-pertanian (nonfarm payrolls) bulan November.

Dow Jones ditutup turun 0,55 persen, Nasdaq Composite melemah 0,18 persen, S&P 500 turun 0,19 persen. Sebagian besar bursa saham di Asia-Pasifik menguat, namun investor Asia terus memantau situasi politik di Korea Selatan.

Indeks Kospi turun 0,90 persen dan Kosdaq melemah 0,92 persen di Korea Selatan. Nikkei 225 naik 0,30 persen, Topix menguat 0,06 persen di Jepang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....