Rupiah Terdongkrak Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed
- 05 Des 2024 17:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (5/12/2024) sore. Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,47 persen atau 75 poin ke posisi Rp15.862 per dolar AS.
Penguatan rupiah ditopang sentimen investor regional yang sedikit lega setelah mendengar pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell. "Dia mengatakan ekonomi AS menguat tanpa meremehkan ekspektasi penurunan suku bunga pada Desember," kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi.
Baca juga: Penguatan Rupiah Berlanjut Setelah Pidato Gubernur The Fed
Namun, Powell tetap mengisyaratkan kehati-hatian terhadap pelonggaran moneter pada masa mendatang. Fokus pekan ini di AS adalah data upah pekerja non-pertanian sebagai dasar untuk kejelasan prospek suku bunga selanjutnya.
Di Asia, investor tetap waspada karena kawasan ini menghadapi risiko geopolitik yang meningkat menyusul krisis politik di Korea. "Kebijakan tarif perdagangan AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump juga masih membuat investor Asia khawatir," ucap Ibrahim.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati pendapat para ekonom terkait penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen. Mereka menilai belum ada urgensi pemberlakuan PPN 12 persen tahun depan, kecuali memenuhi amanah Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
"Namun, peraturan tersebut nyatanya bisa diintervensi melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu," ujarnya. Ini sebagaimana Undang-Undang Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara yang tidak membolehkan defisit melebihi 3 persen.
Keinginan pemerintah menambah penerimaan negara lewat kenaikan PPN dikhawatirkan memukul daya beli masyarakat. Padahal saat ini daya beli masyarakat sudah melemah sehingga menurunkan tingkat konsumsi rumah tangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....